Wacana Zonasi Guru

Tumiran Malah Khawatir Wacana Zonasi Guru Malah Menimbulkan Masalah Baru

RENCANA Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi menerapkan sistem zonasi kepada para guru harus melalui perhitungan matang.

Tumiran Malah Khawatir Wacana Zonasi Guru Malah Menimbulkan Masalah Baru
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - RENCANA Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi menerapkan sistem zonasi kepada para guru harus melalui perhitungan matang.

Untuk melaksanakan kebijakan tersebut di Kalsel, perlu evaluasi dan pengkajian lebih mendalam, sebab rata-rata sekolah masih kekurangan guru, baik level SD, SMP dan SMA.

Di level SMA misalnya, kondisi guru di Kalsel masih kurang yang berstatus PNS.

Apalagi sejak 2011, moratorium masih diberlakukan sehingga untuk pengangkatan PNS.

Baca: 23 Juli Indonesia Peringati Hari Anak Nasional, Begini Perayaan Hari Anak di 5 Negara Ini

Sementara guru yang pensiun cukup banyak dan terus bertambah.

Jangankan untuk melakukan zonasi guru, sekolah-sekolah juga kekurangan.

Untuk menutupi kekurangan sekolah memakai guru honorer.

Baca: Daftar Artis yang Terseret Kasus Korupsi, Mulai Inneke Koesherawati Hingga Jennifer Dunn

"Kondisi kami di SMAN4 Banjarmasin masih kurang guru PNS, 50 persen masih honorer," aku Tumiran, Kepala SMAN 4 Banjarmasin, Sabtu (7/21).

Bukan hanya itu, masalah guru harus memenuhi 24 jam mengajar saja masih diatur.

"Dengan diterapkan pemenuhan 24 jam mengajar sudah otomatis guru akan merata. Kalau menumpuk tidak mungkin guru dapat 24 jam mengajar," kata Ketua MKKS SMA tersebut.

Baca: Video Ular Piton Raksasa Sepanjang 8 Meter Kejutkan Pemancing, Warga Langsung Lakukan Ini

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved