Wacana Zonasi Guru

Zonasi Guru, Wakil Kepala SD Ini Berharap Bisa Mengubah Sikap Guru

Tidak hanya Khairul Anwar, Rubina, Wakil Kepala SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin, juga menyambut positif atas wacana zonasi guru.

Zonasi Guru, Wakil Kepala SD Ini Berharap Bisa Mengubah Sikap Guru
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tidak hanya Khairul Anwar, Rubina, Wakil Kepala SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin, juga menyambut positif atas wacana zonasi guru.

Apalagi, sebut dia, pemerintah pusat sudah lama tidak melakukan pengangkatan PNS guru.

Sementara jumlah guru pensiun selalu ada setiap tahun.

"Di sekolah kami saja, kini sudah ada dua guru kelas pensiun. Dua bulan ke depan, satu guru lagi kelas pensiun," ungkapnya.

Baca: Daftar Artis yang Terseret Kasus Korupsi, Mulai Inneke Koesherawati Hingga Jennifer Dunn

Demi memenuhi tenaga pengajar, pihaknya terpaksa merekrut guru honor. Otomatis kebijakan itu harus diiringi dengan biaya operasional sekolah.

“Total guru honor di sini ada 10 orang. Dulu menggaji guru-guru honor menggunakan dana BOS atau APBN. Tapi karena lima guru honor sudah mendapatkan SK daerah, biaya gaji terbantu oleh pemerintah daerah," ujar Rubina.

Baca: Tiga Tahun SDN Mantuil 1 Tak Punya Guru Olahraga, Mengadu ke Disdik Malah Belum Ada Jawaban

Menurut dia, wacana Mendikbud tentang zonasi guru sekaligus sebagai bentuk penyegaran tenaga pengajar.

Sebab, tidak sedikit guru yang sudah merasa nyaman dan bertugas di suatu sekolah, namun melupakan tugas utamanya mencerdaskan siswa.

"Dulu saya pernah bertugas di sebuah sekolah di Banjarmasin sebelum di SDN Pasar Lama 1. Karena awal-awal masuk terbiasa di sekolah lama datang pukul 7.00, ketika saya datang di sekolah baru, tenyata hanya menemui penjaga sekolah,” ujarnya.

Baca: Foto Jadul Krisdayanti Saat Jadi Cover Majalah Jadi Sorotan Masih Asli Made In Allah

Sehubung itupula, dia berharap adanya wacana zonasi guru selain memberikan pengalaman baru, juga mendorong mengubah sikap bagi guru lainnya.

"Kan banyak saling lempar argumen 'mengajar di kota enak, sedangkan di desa santai'. Nah, dengan adanya zonasi, setidaknya para guru bisa merasakan pengalaman berbeda-beda dan mendorong pada perubahan sikap," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved