Kabupaten Kotabaru

Ada Apa Petani Sawit Pembelacanan Mengadu ke Bupati

Petani kelapa sawit mengadu ke Bupati Kotabaru H Sayed Jafar. Mereka mengeluhkan harga tanda buah segar (TBS) terus merosot.

Ada Apa Petani Sawit Pembelacanan Mengadu ke Bupati
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar berdialog dengan petani sawah dan kebun. Dialog sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan para petani Desa Pembelacanan, Kecamatan Kelumpang Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Petani kelapa sawit mengadu ke Bupati Kotabaru H Sayed Jafar. Mereka mengeluhkan nasib merekamenyusul harga tanda buah segar (TBS) dalam berapa pekan ini terus merosot.

Keluh kesah petani sawit ini disampaikan salah satu perwakilan dari belasan petani sawit Desa Pembelacanan, Kecamatan Kelumpang Selatan saat menghadiri acara panen raya padi sawah di desa setempat.

Salah seorang petani mengungkapkan, terus turunnya harga TBS dalam berapa pekan terakhir. Selain ia, petani lainnya juga merasa resah.

"Kalau harga TBS terus turun, bagaimana lagi (petani sawit) di sini," ujarnya terbata saat mengikuti dialog bersama bupati dan beberapa SKPD terkait, Selasa (24/7/2017).

Baca: Jatuh Setelah Bertabrakan, Parulian Simatupang Terlindas Truk Tangki di Martapura

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan Kotabaru H Hardhani, mengakui turunnya harga TBS dalam berapa pekan terakhir hingga membuat para petani gelisah.

Menurut Hardhani, salah satu indikator penyebab karena banyak penungkulak yang mengambil TBS, sehingga berimbas ke harga.

"Tapi provinsi sudah ada menetapkan harga TBS," katanya kepada petani.

Baca: Dadang Mulya, Pria yang Merokok Sembari Menggendong Bayi di Bungkus Rokok Protes

Selain itu, Hardhani juga mengimbau kepada para petani sawit mengoptimalkan badan usaha milik desa (Bumdes) sebagai sarana pengendalian harga TBS.

"Kalau ada persoalan masalah perizinan mengenai bumdes silakan datang ke dinas. Nanti akan bantu," pungkas Hardhani. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help