Berita Kabupaten Banjar

Bertengkar dengan Teman, Siswi Dilempar Pakai Kotak Pensil, Guru: Saya Hanya Ingin Melerai

SDN Cindai Alus 1 menjadi perbincangan di media sosial karena kasus dugaan terjadinya penganiayaan pada satu siswa

Bertengkar dengan Teman, Siswi Dilempar Pakai Kotak Pensil, Guru: Saya Hanya Ingin Melerai
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
SDN Cindai Alus 1 Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- SDN Cindai Alus 1 menjadi perbincangan di media sosial karena kasus dugaan terjadinya penganiayaan pada satu siswa di sekolah tersebut yakni siswa kelas 6B, Kr, pada Senin (23/7/2018).

Ditemui di SDN Cindai Alus 1, Selasa (24/7/2018), Kr menceritakan kejadian dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan siang itu, ketika jam belajar, ia sempat bertengkar dengan satu siswa laki-laki. Ia bahkan cekcok mulut dengan siswa laki-laki tersebut.

"Waktu itu saya debat dengan teman. Cekcok adu mulut. Kemudian saya tidak mendengar kalau Ibu Sugi (satu guru di SDN Cindai Alus 1,Red) menyuruh saya berhenti," cerita Kr.

"Kemudian ibu melempar kotak pensil ke arah saya," tambahnya.

Baca: Cara Pendaftaran CPNS 2018 yang Akan Dibuka Akhir Juli 2018, Mulai Login Sampai Cetak Kartu

Pada kejadian itu, Kr mengalami luka memar di bagian atas kanan bibirnya. Ia bahkan sempat menangis ketika insiden tersebut terjadi.

Kr tak memungkiri, kedatangan Ibu Sugi untuk melerai pertengkaran dirinya dengan teman sekelas Kr. Bahkan di hari pertengakran itu pula sejumlah siswa lainnya riuh. Sebagian menonton dan sebagian melerai perkelahian Kr.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah, Sugiarti yakni guru yang dimaksudkan oleh Kr melempar menggunakan kotak pensil untuk melerai pertengkaran menjelaskan duduk persoalannya. Sugiarti mengakui saat itu ia mencoba melerai pertengkaran Kr dan teman sekelasnya.

Baca: Jelang pendaftaran CPNS 2018, Ada Peserta Terdaftar di SSCN.BKN.GO.ID, Ini Kata BKN

Menurut Sugiarti, ketika Kr dan teman sekelasnya dipisahkan, Kr terus mengeluarkan kata-kata yang dirinya  khawatirkan semakin memicu pertengkaran.

Sembari mengingatkan Kr untuk istigfar, kata Sugiarti dirinya pun terus berusaha menghentikan ucapan yang keluar dari mulut Kr.

"Saya melempar kotak pensil sama sekali tidak tahu kalau itu mengenai mulut si anak. Tidak benar saya sengaja melemparnya. Karena saya hanya berniat melerai," jelasnya.

Kata Sugiarti, saat itu dia hanya melempar kotak pensil ke atas meja yang digunakan untuk menghalangi Kr dari lawan bertengkarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved