Program Beasiswa Bidikmisi

Beasiswa Bidikmisi, Ditujukan untuk Calon Mahasiswa Tidak Mampu, Tapi Kenyataannya Malah Ini

Heboh dalih mengantongi ‘surat miskin’ untuk bisa masuk sekolah menengah (SMP dan SMA), ternyata juga terjadi di perguruan tinggi.

Beasiswa Bidikmisi, Ditujukan untuk Calon Mahasiswa Tidak Mampu, Tapi Kenyataannya Malah Ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Heboh dalih mengantongi ‘surat miskin’ untuk bisa masuk sekolah menengah (SMP dan SMA), ternyata juga terjadi di perguruan tinggi.

Sejumlah calon mahasiswa memanfaatkan keadaan itu untuk bisa menjadi penerima Beasiswa Bidikmisi di Universitas Lambung Mangkurat.

Dari penelusuran BPost, sebagian besar data calon mahasiswa yang masuk program penerima Beasiswa Bidikmisi memang dikategorikan tidak mampu.

Baca: Aktris Bollywood Deepika Padukone Diam-diam Dibuatkan Patung Lilinnya di Museum Madam Tussauds

Namun tidak sedikit yang berasal dari keluarga berkecukupan.

Bahkan, harian ini menemukan calon penerima beasiswa Bidikmisi di Banjarmasin, rumahnya berdinding beton dan ayah ibunya bekerja.

Hal yang sama juga ditemukan calon penerima beasiswa Bidikmisi di Banjarbaru.

Baca: HOAX - Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh Membodohi, Ini Penjelasan BNPT

Namun memang sebagian besar calon penerima yang ditemukan kota berikon Idaman ini, umumnya kategori kurang mampu dengan rumah yang amat bersahaja.

Bahkan, pintu rumahnya tidak ada yang hanya disangga balok kayu.

"Beginilah rumah saya. Tidak kuat untuk beli pintu rumah. Ayah saya kerja serabutan dan ibu rumah tangga biasa,” tutur Jaka Fajar yang mendaftar calon penerima Beasiswa Bidikmisi ULM.

Baca: Fenomena Langit Langka Ini Terjadi Sehari Sebelum Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 28 Juli 2018

Kata Lelaki muda ini, sejak sekolah mulai SD, SMP hingga SMA selalu diberi keringanan oleh pihak sekolah.

Itu sebabnya, katanya, ketika mau masuk ULM saya mengurus segala sesuatunya untuk jalur propgram Beasiswa Bidikmisi.

“Kalau biaya sendiri jelas saya tidak mampu,” ucap Jaka Fajar dengan raut rupa sedih sembari mau menetes airmata.

Fajar menyebut, kondisi riil rumahnya sudah dilaporkan di kepanitiaan SBMPTN untuk didata dan disurvey oleh ULM.

"Rumah ini sudah saya laporkan di web kepanitiaan kemarin, ya, memang tidak ada pintunya," tutur lulusan SMKN 2 Banjarbaru itu yang bercita-cita ingin membahagiakan kedua orangtuanya.

"Saya mau masuk Fakultas Ekonomi. Mudahan diterima. Semoga nanti biaya kuliah bisa didapat dari jalur bidikmisi,” imbuh Fajar yang yang mengaku untuk mendapatkan KIP (Katu Indonesia Pintar) masih menunggu antrean dari kelurahan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help