kabupaten Tanah Laut

Demi Kepiting Rajungan Nelayan Pagatan Besar Nekat Melaut, Tak Gentar Gelombang Tinggi

Nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung tetap melaut mencari kepiting rajungan ancaman gelombang tinggi ada dihadapan mereka.

Demi Kepiting Rajungan Nelayan Pagatan Besar Nekat Melaut, Tak Gentar Gelombang Tinggi
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Kapal nelayan di Kecamatan Takisung mengikuti lomba hias perahu, rela tidak melaut atau mencari ikan, setiap awal Desember 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Akhir pekan ini, nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut tetap bertolak mencari kepiting rajungan di perairan laut lepas. Padahal, ancaman gelombang tinggi ada dihadapan mereka.

Itu diakui Yudi Harianto (36) warga Desa Pagatan Besar yang mengaku mencari kepiting rajungan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Baca: Fenomena Langit Langka Ini Terjadi Sehari Sebelum Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 28 Juli 2018

"Kalau tidak melaut, asap dapur tidak berkukus. Mencari ikan nanti saat musim hujan. Saat ini panen kepiting rajungan," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (25/7/2018).

Pria yang akrab disapa Yudi ini mengaku tidak takut gelombang tinggi lautan karena sebelum berangkat sudah melihat prakiraan cuaca satu pekan dari BMKG.

Baca: Disbunak Kalsel Siapkan Sapi Kurban Presiden Jokowi. Wow, Syaratnya Berat 1 Ton

"Meskipun saya berada di perdesaan. Kami berpatokan perkiraan BMKG. Kalau melihat visualisasi di televisi memang seram dan ngeri gelombang lautnya," katanya.

Yudi mengaku akan berlayar mencari kepiting rajungan di wilayah perairan Tabanio, sebelah Barat arah ke Kota Sampit, Kalimantan Tengah.

Sementara, nelayan Desa Tabanio juga awal pekan ini tetap mengarungi lautan untuk mencari jenis ikan apa saja dengan alat tangkap rengge.

Itu dikatakan Fuadi, pemilik kapal di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut. "Selama masih bisa diarungi, nelayan tidak takut ombak," katanya.

Baca: Dandim Ajak Petani Gambah Maksimalkan Potensi Lahan Pertanian

Target perairan yang diarungi nelayan Tabanio, jelas Fuadi adalah Timur Pulau Kalambau Kotabaru dan Pulau Keramaian hingga Pulau Masalembo.

Sementara, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).Kelas III Kintap, Abbas mengaku sudah mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal tujuan Pulau Jawa bagian Selatan.

"Setiap hari kami informasikan sesuai dengan informasi BMKG. Itu sejak 4 hari yang lalu," katanya.

Sedangkan untuk perairan di wilayah kerja UPP Kelas III Kintap, masih dalam ambang normal.

"Untuk hari ini, kapal-kapal yang akan berlayar ke Pulau Jawa bagian Selatan kami melakukan penangguhan jika ada karena ketinggian gelombang. Sesuai informasi BMKG antara 5 meter sampai dengan 6 meter," ujar Abbas.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved