B Focus Banua Anam

Illegal Fishing Bikin Nelayan Tradisional Waswas Mencari Ikan

PUNCAK panen ikan dan melimpahnya ikan air tawar di Danau Bangkau terjadi pada tiga bulan utama seperti Agustus, September dan November.

Illegal Fishing Bikin Nelayan Tradisional Waswas Mencari Ikan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - PUNCAK panen ikan dan melimpahnya ikan air tawar di Danau Bangkau terjadi pada tiga bulan utama seperti Agustus, September dan November.

Di tiga bulan ini pula, kegiatan ilegal fishing juga makin meningkat.

Lumbung ikan yang seharusnya dijadikan lokasi untuk meraih rizeki dengan cara santun dan bijak justru disalahgunakan oknum warga.

Baca: Demi Lovato Dilarikan ke Rumah Sakit karena Overdosis Heroin, Ini Sejarah Kecanduannya pada Alkohol

Wajar para nelayan tradisional khawatir, karena setiap tahunnya dan tahun-tahun sebelumnya terlibat bentrok hingga menimbulkan korban luka, bahkan korban jiwa.

Dari catatan peristiwa bentrokan, Kades Bangkau Ardiansyah mengatakan, aktivitas penyetrum ikan masih terjadi.

“Para nelayan kita masih was-was saat mencari ikan,” katanya.

Baca: Pengemis Ini Bikin Heboh, Bawa Uang Jutaan di Tas dan Mengaku Hasil Meminta-minta

Bukti adanya aktivitas penyetruman ikan itu terjadi pada malam yang terdapat lampu-lampu pencari ikan di tengah danau.

Padahal, kata dia, sudah ada perjanjian tidak ada lagi aktivitas mencari ikan pada malam hari.

"Kami minta kepada pihak terkait selama kamarau ini, bagaimana dulu penanganan jangka pendeknya lalu kita pikirkan jangka panjangnya," katanya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dijadwalkan Akhir Juli Ini - Kata BKN Soal Foto Laman Seleksi CPNS 2018

Kabagops Polres HSS Kompol Heri Munanto mengatakan, untuk giat tim gabungan patroli perairan terus rutin dilaksanakan.

Patroli rutin dilakukan untuk mencegah adanya kegiatan ilegal fishing di wilayah perairan HSS.

“Kami terus menghimbau agar masyarakat di wilayah HSS tidak melakukan kegiatan illegal fishing,” ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help