Program Beasiswa Bidikmisi

NEWS ANALYSIS: Dibatalkan Haknya Sebagai Penerima Bidikmisi

JIKA ada penerima bidik misi yang ditemukan kemudian dan tidak sesuai ketentuan, maka bidik misinya ditinjau kembali sesuai

NEWS ANALYSIS: Dibatalkan Haknya Sebagai Penerima Bidikmisi
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - JIKA ada penerima bidik misi yang ditemukan kemudian dan tidak sesuai ketentuan, maka bidik misinya ditinjau kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Dibatalkankan haknya sebagai penerima bidikmisi, tetapi haknya sebagai mahasiswa tidak dicoret.

Istilah dicoret jangan sampai ditafsirkan batal Bidikmisi sekaligus batal sebagai mahasiswa.

Perlu diketahui, kuota Bidikmisi SBMPTN ULM 2018 jumlahnya kurang lebih 200-an, sebagian mahasiswa baru yang diterima sebagai calon penerima Bidikmisi jumlahnya lebih 744 orang.

Baca: Pengemis Ini Bikin Heboh, Bawa Uang Jutaan di Tas dan Mengaku Hasil Meminta-minta

Artinya, masih akan ada yang gugur di seleksi Bidikmisinya.

Karena itu ULM masih berharap masih ada tambahan kuota dari kementerian.

Jelas, sesuai kebijakan kementerian yaitu calon penerima bidikmisi harus diseleksi sesuai dengan fakta kindisi ekonominya oleh karena itu ULM akan melakukan proses sekeksi termasuk untuk melakukan survei terhadap calon penerima Bidikmisi, dan apa bila calon mahasiswa penerima dianggap mampu secara ekonomi maka beasiswanya dibatalkan.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dijadwalkan Akhir Juli Ini - Kata BKN Soal Foto Laman Seleksi CPNS 2018

Tetapi namanya tetap akan tertera sebagai mahasiswa diterima.

Namun konsekuensinya tak dapat beasiswa.

Atau dengan kata lain sebagai mahasiswa baru ULM dengan membayar UKT sesuai dengan kemampuan ekonominya, sehingga tidak membebani ekonomi keluarga calon penerima Bidikmisi.

Insya Allah proses sekeksi dilaksanakan secara transparan.

Baca: HOAX - Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh Membodohi, Ini Penjelasan BNPT

Manfaat bagi mahasiswa penerima Bidikmisi sangat besar, karena penerima ditanggung uang kuliahnya oleh pemerintah pusat melalui APBN, dan mendapatkan biaya hidup sebesar Rp 650 ribu per bulan.

Adapun proses pembayaran dilaksanakan melalui transfer langsung dari kementerian kepada masing-masing mahasiswa penerima bidik misi pada setiap perguruan tinggi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved