Berita Baritokuala

Pasca Hery Sasmita Ditahan, Asisten II Gantikan Posisi Kabag Humas 

Plh Kabag Humas ditunjuk sementara M Antoni yang selama ini menjabat asisten II Pemkab Batola

Pasca Hery Sasmita Ditahan, Asisten II Gantikan Posisi Kabag Humas 
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Sekda Kabupaten Batola Supriyono 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATOLA - Pemkab Batola mengambil langkah cepat dengan ditahannya Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap H Nuri Al Banjari atau H Jainuri (58) penjaga kubah Abdussamad, di Jalan Veteran kabupaten setempat.

“Iya Hery Sasmita telah kita bebastugaskan sementara dari jabatannya menyusul yang bersangkutan ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sekda Kabupaten Batola Supriyono, Rabu (25//7//18) siang.

Menurut Supriyono, untuk plh Kabag Humas ditunjuk sementara M Antoni yang selama ini menjabat asisten II Pemkab Batola. Pasca kasus Hery Sasmita, diharapkan semua aparatur sipil negara (ASN) Batola untuk bisa melayani masyarakat sebaik-baiknya dan bisa memberikan pelayanan prima.

“Semua standar pelayanan prima harus dilakukan semua ASN di Batola,” katanya.

Baca: Gelombang tinggi Mengancam, Nelayan dan Tongkang Harus Waspada

Untuk diketahui, Hery Sasmita menjadi tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap H Zainuri (56) berdasarkan laporan korban yang termaktub dalam surat LP/83/VII/2018/KALSEL di Polres Batola, pada Kamis (19/7/2018) lalu.

Kejadian pemukulan terhadadap H Nuri Al Banjari atau H Jainuri, (58), salah satu penjaga kubah Abdussamad, di Jalan Veteran Kabupaten Batola, terjadi Kamis (19/7/18) pagi lalu. Kakek ini menjadi korban pemukulan Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita hingga berdarah-darah.

Awal kejadian, Nuri warga Jl Panglima Wangkang RT 07, RW 03, Kecamatan Marabahan ini
seperti biasa membersihkan dan menjaga kubah tersebut. Sekitar pukul 08:30 Wita, datang Heri Sasmita Kabag Humas Pemkab Batola yang masuk ke kawasan kubah dengan sepatu.

Baca: Disbunak Kalsel Siapkan Sapi Kurban Presiden Jokowi. Wow, Syaratnya Berat 1 Ton

“Saya tegur Hery ada kawasan tertentu kubah tak boleh pakai sepatu. Saya menegur Hery karena termasuk zuriat di sini. Tiba-tiba saya ditampar Heri dan raum atau seperti mau pingsan. Heri pun berteriak, kada tahukah ikam siapa aku di Marabahan,” kata Nuri menirukan ucapan Heri.
. Anak Nuri yang di sekitar lokasi pun berusaha melerai pemukulan itu, tapi Heri malah melayangkan pukulan ke arah muka Nuri untuk kedua kalinya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved