Program Beasiswa Bidikmisi

Program Beasiswa Bidikmisi, SKTM Rawan Pemalsuan

KEBERADAAN Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk program Beasiswa Bidik Misi disinyalir masih perlu dikroscek kebenarannya oleh tim survei.

Program Beasiswa Bidikmisi, SKTM Rawan Pemalsuan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KEBERADAAN Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk program Beasiswa Bidik Misi disinyalir masih perlu dikroscek kebenarannya oleh tim survei.

Selain di level kuliah, tetapi juga sempat disorot di level masuk SMA ketika PPDB Online.

Karena itu, penerimaan SBMPTN pada PPDB Online SMA kemarin tidak mengenal SKTM, akan tetapi Kartu Indonesia Pintar.

Baca: Pengemis Ini Bikin Heboh, Bawa Uang Jutaan di Tas dan Mengaku Hasil Meminta-minta

"Kebetulan di Banjarmasin kemarin tidak menggunakan SKTM, akan tetapi KIP. Soalnya kalau SKTM dikhawatirkan rawan pemalsuan. Jadi, tidak ada kendala soal SKTM kami di PPDB Online kemarin," kata Tumiran, Koordinator PPDB online SMA, kemarin.

Kepala SMAN 4 Banjarmasin ini menyebutkan bahwa seingat dia untuk peserta KIP, paling banyak di SMAN 4 Banjarmasin yakni berjumlah 64 orang.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dijadwalkan Akhir Juli Ini - Kata BKN Soal Foto Laman Seleksi CPNS 2018

"Paling banyak masuk SMAN 4 kemarin 64 siswa," katanya.

Dari penelusuran BPost, pembuatan SKTM kerap terjadi asal suka ketua rukun tetangga (RT) semata.

Jika ketua RT mengeluarkan maka bisa keluar SKTM tersebut.

Salah satu kelurahan di Banjarmasin membuat SKTM harus menggunakan keterangan RT.

Baca: Fenomena Langit Langka Ini Terjadi Sehari Sebelum Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 28 Juli 2018

“Kalau sudah ada keterangan RT, kami proses. Kalau tidak ada, maka kami khawatir bisa jadi data fiktif, makanya kelurahan harus berdasar dari permohonan blangko RT,” kata salah satu staff di kelurahan Tekluk Dalam, Banjarmasin Tengah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help