Berita Nasional

SBY Akui Hubungannya dengan Megawati Belum Normal,: Saya Harus Jujur Belum Pulih, Masih Ada Jarak

Suami Megawati, almarhum Taufiq Kiemas, kata SBY, sewaktu masih hidup juga berusaha memulihkan silaturahim keduanya.

SBY Akui Hubungannya dengan Megawati Belum Normal,: Saya Harus Jujur Belum Pulih, Masih Ada Jarak
istimewa via KOMPAS.com
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono sempat bersalaman dan saling menyapa saat keduanya hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). Kedua tokoh tersebut hadir di istana untuk mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Usai bertemu Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa hubungan antara dirinya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri masih berjarak.

"Kalau hubungan saya dengan ibu Megawati, saya harus jujur belum pulih, masih ada jarak," ujar SBY saat jumpa pers di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2018) malam.

Hal itu disampaikan SBY ketika ditanya apakah ada keinginannya untuk bertemu Megawati untuk menyelesaikan permasalahan keduanya selama ini.

SBY mengaku, berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati selama 10 tahun terakhir. Suami Megawati, almarhum Taufiq Kiemas, kata SBY, sewaktu masih hidup juga berusaha memulihkan silaturahim keduanya.

Baca: Disebut Tawarkan AHY Jadi Cawapres di Pilpres 2019, SBY : Silahkan Cek ke Pak Jokowi

"Bukannya tidak ada kehendak dari banyak pihak, tapi Allah belum menakdirkan. Saya tetap menghormati beliau sebagai presiden saya juga dulu, tidak akan pernah hilang hormat saya kepada beliau," ujar SBY.

"Tapi kenyataannya memang Tuhan Yang Maha Kuasa belum menakdirkan hubungan kami kembali normal," tambah SBY.

Sebelumnya Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melihat ada dua hal yang menjadi rintangan dalam membangun koalisi dengan kubu Jokowi.

Ferdinand menegaskan, hubungan personal yang tidak pernah baik antara Presiden keenam dengan Ketua umum sekaligus Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menjadi hal pertama.

Yang kedua, rintangan dan halangannya menurut dia, adalah cara pandang

Ia menjelaskan, PDI Perjuangan melihat tidak ada masalah bangsa ini. Sementara bagi Demokrat banyak sekali masalah yang terkait nasib rakyat.

Nah, lanjut dia, perbedaan cara pandang inilah menjadi rintangan dan halangannya.

Konflik antara Megawati dengan SBY berawal dari niat SBY maju Pilpres 2004. Saat itu, Megawati menjabat sebagai presiden dan SBY menjabat Menko Polhukam.

Singkat cerita, SBY kemudian mundur sebagai menteri lalu mendeklarasikan Demokrat. SBY kemudian maju sebagai capres bersama Jusuf Kalla, kemudian memenangi Pilpres. (Penulis : Rakhmat Nur Hakim/KOMPAS)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kata SBY, Tuhan Belum Menakdirkan Hubungannya dengan Megawati Kembali Normal"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved