Program Beasiswa Bidikmisi

Tim Survey Membuktikan Sendiri Ada Mahasiswa yang 'Curang' , demi Mendapatkan Bidik Misi

Dijelaskan Asrani, untuk mendapatkan Bidik Misi ada beberapa tahapan yang mesti dilalui pelamar.

Tim Survey Membuktikan Sendiri Ada Mahasiswa yang 'Curang' , demi Mendapatkan Bidik Misi
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dijelaskan Asrani, untuk mendapatkan Bidik Misi ada beberapa tahapan yang mesti dilalui pelamar.

Pertama, mereka harus lolos secara administrasi persyaratan yang meliputi kelengkapan fotokopi nilai rapor atau ujian nasional, surat keterangan penghasilan orangtua hingga SKTM (surat keterangan tidak mampu).

"Para pelamar Bidik Misi juga wajib melampirkan foto depan kondisi rumahnya berukuran 3 R dan keluarga. Ini untuk menjadi pertimbangan kami nantinya," jelasnya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dijadwalkan Akhir Juli Ini - Kata BKN Soal Foto Laman Seleksi CPNS 2018

Selanjutnya, menurut Asrani, pelamar yang telah lolos tahapan verifikasi dokumen akan menjalani tahapan wawancara, yang tidak hanya melibatkan pelamar melainkan juga mahasiswa terdekat dengannya.

Langkah terakhir jika terjadi ketidakcocokkan atau keraguan data antara hasil verifikasi administrasi dan wawancara, pihaknya akan melakukan survei ke tempat tinggal pelamar.

"Dalam tahapan inilah, kami dituntut harus jeli dan cermat. Karena tidak jarang saat berada di lapangan, kami dihadapkan dengan berbagai kondisi dilematis," ujarnya.

Baca: Fenomena Langit Langka Ini Terjadi Sehari Sebelum Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 28 Juli 2018

Diantaranya, sebut Asrani, saat melihat rumah pelamar Bidik Misi yang terkesan bagus, namun itu tidak bisa menjadi patokan lantaran pelamar beralasan peninggalan atau warisan orangtua.

"Atau ada pula orangtuanya sakit hingga berhenti bekerja. Sehingga pertimbangan-pertimbangan, inilah terkadang membuat kami dilema," ujarnya.

Masih ujar Asrani, dengan adanya pengurangan penerima Bidik Misi hanya 609 orang, kini pihaknya dituntut harus selektif dalam menentukan penerima bantuan biaya pendidikan tersebut.

Baca: HOAX - Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh Membodohi, Ini Penjelasan BNPT

Belajar dari pengalaman sebelumnya, pihaknya tidak jarang menemui pelamar Bidik Misi bertindak curang demi mendapatkan biaya pendidikan kuliah gratis.

"Sering itu. Bahkan, dulu saat kami survei ke luar kota, ketika tiba di tempat rumah pelamar, ternyata dia sedang mencuci mobil. Sedangkan foto rumah di berkas dan di lapangan berbeda. Data di berkas, si pelamar melampirkan foto kondisi rumah keluarganya, sedangkan aslinya rumah pelamar yakni ruko," cerita Asrani.

Itu sebabnya, lanjut dia, selain mempertimbangkan segi kemampuan keterbatasan ekonomi, pihaknya melihat dari faktor prestasi mahasiswa sebagai penerima Bidik Misi.

Meskipun dalam tahapan survei dirinya tidak menampik pihaknya kerap dihadapkan berbagi kendala.

Terutama jarak, waktu dan tenaga, mengingat pelamar tidak hanya di Kalsel melainkan seluruh mahasiswa yang tersebar di Indonesia.

“Mahasiwa kami kan tidak hanya dari Kalsel, tapi juga ada dari Kalteng, Kalbar hingga Jawa sekalipun. Sehingga untuk mensiasatinya yakni dengan wawancara," pungkas Asrani.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help