Berita Banjarmasin

Ini Harapan Mahasiswa Penjual Tahu yang Jadi Salah Satu Pelamar Bidikmisi

Bayani lebih memilih menyibukkan diri dengan aktivitas berjualan tahu keriting di sela menunggu tahun ajaran

Ini Harapan Mahasiswa Penjual Tahu yang Jadi Salah Satu Pelamar Bidikmisi
setkab.go.id
BIDIKMISI UNLAM CAIR 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jika kebanyakan mahasiswa memanfaatkan waktu libur kuliah dengan liburan atau jalan-jalan, Muhammad Bayani atau akrab disapa Bayani, tidak.

Bayani lebih memilih menyibukkan diri dengan aktivitas berjualan tahu keriting di sela menunggu tahun ajaran baru kuliahnya dimulai pada 3 September mendatang.

Saat dikunjungi di rumahnya Jalan Belitung Darat Gang Bangkal Kelurahan Kuin Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat, Bayani juga tidak berada di rumah.

Baca: Live TVRI! Link Live Streaming Man City vs Liverpool via Streaming TVRI ICC 2018

Melainkan menurut ibunya, Yuliati anak sulungnya tersebut sedang bekerja di gudang pembuatan tahu sejak sebulan lalu sembari mengisi waktu luang libur jelang masuk kuliah tahun ajaran baru.

"Udah sebulan. Dia (Bayani) sendiri yang mau kerja. Katanya untuk mengisi waktu luang libur kuliah dia sambil mencari jadi pembantu goreng kue," ujar Yuliati.

Ibu anak dua itu sebetulnya tidak pernah menyuruh Bayani bekerja. Melainkan sebetulnya ia sendiri sudah senang setelah mendengar putranya diterima sebagai mahasiswa di ULM Banjarmasin.

Baca: Link Live Streaming Juventus vs Munchen ICC 2018 Tidak Live TVRI, Ini Alternatif Link Lainnya

Namun terkait biaya, Yuliati memang tidak menampik hidupnya pas-pasan. Di keluarga, Yuliati selain bergantung penghasilan suaminya yang bekerja serabutan, juga ia menggeluti pekerjaan sampingan sebagai penjahit pakaian rumahan.

"Kalau makan sehari-hari sebetulnya cukup saja. Cuman untuk biaya Bayani kuliah tidak ada. Makanya, keinginan kuliah sebetulnya dari Bayani, bukan dari kami," ungkapnya.

Sehubung itupula, Yuliati bersama putranya beberapa waktu yang lalu sempat mendapatkan saran agar Bayani mengusulkan lamaran bantuan bidikmisi.

Hingga besar harapannya, putra sulung mereka tersebut ke depan bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi itu.

"Kalau dulu saat masih tsanawiyah, Bayani memang gratis biaya sekolah. Cuman SMAnya (STM YPT) bayar. Makanya, bila bener dapat bidikmisi, setidaknya beban saya dan ayahnya pun bisa terkurangi. Paling tinggal adiknya yang dibiayai," ungkap Yuliati.

Jika dilihat darikondisi rumahnya, memang pas jika dibantu bidik misi. Sebab rumahnya terbuat dari kayu dan tidak mewah. Ruang tamunya lesehan dan hanya terdapat mesin jahit untuk kerja ibunya. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help