Berita Kabupaten Banjar

Inilah Riwayat Hidup Tuan Guru H Zainal Ilmi Sebagai Wali Allah SWT yang Dibaca Saat Haul

Banyak keteladanan dari Tuan Guru H Zainal Ilmi, ulama yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat dan pejabat pemerintah.

Inilah Riwayat Hidup Tuan Guru H Zainal Ilmi Sebagai Wali Allah SWT yang Dibaca Saat Haul
Banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Ustadz H Ahmad Daudi membacakan manakib atau riwayah Tuan Guru H Zainal Ilmi saat haul, Kamis (26/7/2018) 

Masih membacakan Manakib Tuan Guru H Zainal Ilmi, pada suatu hari ada seorang mempunyai kebun durian dan berniat jika berbuah hendak memberi kepada Tuan Guru H Zainal Ilmi sebanyak tiga biji durian. Setelah itu ternyata pohon duriannya berbuah, dan dititipkan tiga biji durian kepada seseorang yang dekat dengan rumah Tuan Guru H Zainal Ilmi.

Dalam perjalanan, orang yang mendapat amanah mengantar durian ke rumah Tuan Guru berkeinginan memakan durian tersebut, sehingga dimakannya satu biji durian. Setelah sampai di rumah, kemudian menyerahkan durian yang dititipkan kepada Tuan Guru yang hanya tersisa dua biji.

Baca: Parkir di Tempat Kerja, Ketika Mau Pulang Motor Sudah Tak Ada, Ternyata Orang Ini Biang Keroknya

Setelah menerima dua biji durian, langsung membuka durian tersebut dan diberikan kepada orang yang membawakan durian, seraya bertanya apakah sama rasanya dengan durian yang dimakan lebih dulu saat di jalan. Terkejutlah orang tersebut, akhirnya yakinlah orang itu bahwa Tuan Guru H Zainal Ilmi memiliki ilmu kasaf.

Selain itu pula sebelum berangkat ke Karang Intan, beliau berkata lagi bahwa nanti banyak orang “pun” sampai dua kali, demikian perkataan itu, berangkatlah beliau ke Karang Intan. Setibanya di Karang Intan, maka dalam acara tersebut Tuan Guru H Zainal Ilmi membaca doa yang kemudian beliau mendadak sakit sehingga mengakibatkan wafatnya pada hari itu, persisnya Jumat 13 Zulqaidah 1378 H pukul 12.00 wita.

Saat itu sedang musim kemarau, sehingga untuk dimakamkam di Kelampayan samping makam orang tua beliau mendapat kendala yang cukup berat, karena ke Kelampayan tidak bisa menggunakan perahu maka terpaksa harus dibawa dengan berjalan kaki.

Banyak yang berpendapat, hendaklah memakankan jenazah Tuan Guru H Zainal Ilmi ke dalam pagar dan ada pula dari kalangan ABRI mengusulkan agar dimakamkan di makam pahlawan karena dianggap sepuh ABRI.

“Namun apa yang terjadi, pada malam Sabtu hujan turun dengan derasnya, sehingga sungai yang dulunya kering menjadi berair dan dapatlah dilalui oleh perahu untuk membawa jenazah Tuan Guru ke Kelampayan pada Sabtu 14 Zulqaidah 1375 H,” ujar H Ahmad Daudi.

Seusai membaca manakib dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yaasin dan tahlil. Pada haul ke-62 Tuan Guru H Zainal Ilmi didahului dengan pembacaan maulid Habsy, pembacaaan ayat suci Alquran.

Selaku tuan rumah, H Sya’rani berterimakasih atas kedatangan jamaah di haul ke-62. Mudah-mudahan bagi yang hadir mendapat barokah tuan guru H Zainal Ilmi. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved