Haji 2018

Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci Jadi Tujuh Orang, Katio Meninggal Akibat Henti Jantung

Hingga hari kesembilan kedatangan jemaah haji di Tanah Suci, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia menjadi tujuh orang.

Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci Jadi Tujuh Orang, Katio Meninggal Akibat Henti Jantung
kemenag.go.id
Suasana usai salat jumat di Masjid Nabawi, Madinah Jumat (20/7/2017) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH -Hingga hari kesembilan, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia menjadi tujuh orang.

Dilansir website Kemenag.go.id, Katio Simanjutak, 59, warga Medan jemaah kloter MES-2 meninggal dunia di Madinah, Rabu (25/07). Dengan demikian, hingga Kamis (26/07) pagi, sudah tujuh jemaah Indonesia yang wafat di Tanah Suci.

Sebelumnya Sanusi Musthofa Khafid (73) menjadi jemaah haji keenam asal Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Jemaah asal SUB-06 itu meninggal pada, Selasa (24/07) malam Pukul 22.10 WAS.

Lima jemaah lainnya adalah Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji Kloter JKS-1; Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar; Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13, Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC. 

Baca: Hasil Persebaya vs Persib Bandung di Laga Tunda Liga 1 2018 - Skor 0-2 untuk Sementara

Menurut Kasi Kesehatan Daker Madinah, dr. Indro Murwoko, dalam rilisnya yang diterima Media Center Haji (MCH), almarhum Katio Simanjuntak didiagnosis menderita cardiac arrest (henti jantung). “Kami juga telah melayangkan surat izin pemakaman almarhum kepada Kadaker Madinah,” tulis dr Indro dalam rilisnya.

Sementara itu MCH Madinah yang mewawancarai Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ahmad Kartono menyebut, semua jemaah yang meninggal sebelum wukuf di Arafah akan dibadalhajikan.

’’Nanti didata dulu identitasnya, lalu PPIH Arab Saudi akan menunjuk beberapa orang, biasanya dari temus (tenaga musiman), untuk membadalhajikan jamaah yang wafat itu,’’ terang Ahmad Kartono.

Satu temus akan mengerjakan haji untuk satu jemaah yang wafat. ’’Jadi tidak boleh ganda. Temusnya juga harus sudah pernah berhaji,’’ jelasnya. Setelah selesai, PPIH akan menerbitkan sertifikat badal haji dan diserahkan kepada ahli waris.(MCH/Kemenag.go.id)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help