Berita HSS

Kapolres, Dandim dan Ketua DPRD Turun ke Desa Bangkau Sikapi Kasus Penyerangan 

Masyarakat Desa Bangkau sudah ditenangkan dan suasana di Desa Bangkau sudah kondusif pasca adanya kabar warga yang mengaku diserang oleh penyetrum

Kapolres, Dandim dan Ketua DPRD Turun ke Desa Bangkau Sikapi Kasus Penyerangan 
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kapolres HSS bersama Dandim Kandangan dan Ketua DPRD HSS turun ke Desa Bangkau untuk menanngkan suasana di desa itu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Peristiwa yang menggegerkan di Desa Bangkau Kecamatan Kandangan, Kamis, (26/7) menjadi perhatian serius oleh Polres Hulu Sungai Selatan (HSS).
Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK menegaskan pihaknya langsung bertindak cepat setelah mendapatkan informasi adanya warga yang diduga diserang oleh pihak penyetrum ikan di kawasan Danau Bangkau.

"Saya bersama Dandim Kandangan, Ketua DPRD HSS dan Ketua Komisi II langsung turun ke Desa Bangkau setelah mendapatkan laporan itu," katanya.

Menurutnya, masyarakat Desa Bangkau sudah ditenangkan dan suasana di Desa Bangkau sudah kondusif pasca adanya kabar warga yang mengaku diserang oleh penyetrum

"Informasi sementara dari korban memang mengaku diserang dan dibacok. Korban tidak mengalami luka-luka. Kalau memang kebal biasanya ada bekasnya dari benturan benda keras seperti merah-merah dibekas bacokan. Tetapi ini tidak ada," katanya di sela-sela kegiatan rapat pleno KPU HSS.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengaku diserang oleh para penyetrum di Polres HSS. Meski begitu, pihaknya juga merespon cepat informasi warga itu dengan mengirimkan tim ke Danau Bangkau ke lokasi kejadian yang disebutkan oleh korban.

"Lokasinya di Muara Sungai Danau Bangkau. Namun tim kita tidak ada menemukan tanda-tanda ada aktivitas penyetruman," katanya.

Selain itu, tim juga mendatangi ke sejumlah desa yang diduga kemungkinan ada warganya yang melakukan aktivitas menyetrum. Namun tidak ada ditemukan tanda-tanda ada warga yang sudah melakukan aksi penganiayaan.

"Kami masih melakukan pemeriksaan kepada korban apakah informasinya memang benar atau tidak. Misalkan melakukan laporan palsu, korban akan dibina dan diarahkan," lanjutnya.

Menurutnya tidak semua masyarakat mengetahui dan mengerti bahwa tindakan melakukan laporan palsu bisa ditindak pidana. Sebelumnya, Masyarakat Desa Bangkau Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) digegerkan dengan kabar adanya warga setempat yang diserang oleh para penyetrum ikan, Kamis, (26/7).
Korban yang diserang oleh para penyetrum bahkan dikabarkan kebal terhadap serangan senjata tajam dan kembali ke Desa Bangkau dengan kondisi selamat.

Berdasarkan data yang dihimpun, Korban diketahui bernama H Hariadi (50) warga desa Bangkau.
Pengakuan dari Warga RT 01 ini kepada warga setempat dan pihak berwajib mencari ikan ke danau Bangkau sekitar pukul 06.00 Wita. Dalam perjalananya menuju Bangkau, dia dihadang oleh tiga orang yang diduga para penyetrum ikan.

Selanjutnya, H Hariadi mengaku diserang oleh tiga orang dan satu di antaranya melakukan penyerangan dengan senjata tajam ke sejumlah bagian tubuhnya.

Masih menurut pengakuannya kepada sejumlah warga setempat dan pihak kepolisian, bagian yang ditebas bagian bahu, lengang kiri dan kanan hingga bagian pinggang. Namun tidak ada luka yang dialami oleh korban.

Dia membuktikan informasinya dengan menunjukkan sobekkan baju yang dipakainya kepada warga dan aparat kepolisian. Setelah itu, dia mengaku melarikan diri setelah diserang oleh penyetrum dengan membawa perahu cesnya kembali ke Desa Bangkau. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help