Berita HSU

KPU HSU Temukan Dua Bakal Caleg Diduga Mantan Terpidana Korupsi

KPU menemukan dua pendaftar yang diduga merupakan mantan terpidana kasus korupsi. Keduanya, berasal dari partai Hanura dan PAN.

KPU HSU Temukan Dua Bakal Caleg Diduga Mantan Terpidana Korupsi
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Ilustrasi - Penyerahan berkas pendaftaran Bacaleg DPC PPP KAB HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pendaftaran bakal calon anggota legislatif telah ditutup pada 17 Juli lalu, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) HSU tengah melakukan pemeriksaan berkas.

Dari pemeriksaan berkas tersebut, KPU menemukan dua pendaftar yang diduga merupakan mantan terpidana kasus korupsi. Keduanya, berasal dari partai Hanura dan PAN. 

Komisioner KPU HSU Bidang Hukum dan Teknis, Hamli membenarkan adanya temuan caleg mantan terpidana. ada dua yakni untuk partai Hanura dengan nama pendaftar Amrullah Wajidi sedangkan dari PAN atas nama Malina.

Terkait itu, KPU saat ini juga tengah mengumpulkan bukti putusan pengadilan tindak pidana korupsi dari kedua bakal calon tersebut. Untuk Amrullah Wajidi meminta kerjasama dengan Pengadilan Tinggi Kalsel karena kasus dan putusan dilaksanakan di Banjarmasin. Sedangkan untuk Malina bekerjasama dengan Polres Balangan.

Baca: Kades Bangkau Sebut Permasalahan di Danau Bangkau Sudah 15 Tahun, Ini Kisahnya

Hamli menambahkan salah satu syarat calon anggota legislatif adalah tidak pernah menjalani pidana dengan ancaman hukuman lima tahun.  Namun khusus untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak, narkoba dan korupsi tidak memiliki batas hukuman.

"Meskipun hanya dihukum beberapa bulan namun masuk dalam tiga kasus itu tetap tidak diperbolehkan mendaftar," ungkapnya.

Masih ujar Hamli, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan partai bahwa dua bakal calon dari partai Hanura dan PAN tersebut telah menyatakan akan mengundurkan diri, namun masih dalam tahap penyampaian secara lisan.

"Kami tunggu hingga tanggal 31 Juli surat pengunduran dirinya, jika tidak diserahkan maka akan kami coret dari daftar bakal calon karena tidak memenuhi syarat, dan kami juga siap jika diminta untuk menjawab pertanyaan," ungkapnya.

Baca: Kades Bangkau Sebut Permasalahan di Danau Bangkau Sudah 15 Tahun, Ini Kisahnya

Baca: NEWSVIDEO : Kondisi Proyek RSUD Sultan Suriansyah Pasca Mangkrak Sekitar 1,5 Tahun

Saat ini pihak KPU masih menunggu dari beberapa bakal calon legislatif yang belum melengkapi syarat seperti surat keterangan dari pengadilan bahwa tidak pernah menjalani hukuman selama lima tahun dan surat kesehatan.

"Partai yang seluruh bakal calonnya telah memenuhi syarat adalah PKB, Golkar, PPP dan PDI, sedangkan partai lain masih melengkapi persyaratan yang kurang dan kami tunggu sampai tanggal 31 Juli," ujarnya.

Kabupaten HSU terbagi menjadi empat Daerah Pemilihan (Dapil), untuk Dapil 1 meliputi Kecamatan Amuntai Tengah dan Banjang, Dapil 2 Kecamatan Sungai Tabukan dan Sungai Pandan, Dapil 3 Kecamatan Danau Panggang, Babirik dan Paminggir dan Dapil 4 Kecamatan Amuntai Utara, Haur Gading dan Amuntai Selatan.

 Hingga saat ini partai politik yang telah melakukan pendaftaran adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berjumlah 30 orang, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) berjumlah 30 orang, Partai Bulan Bintang (PBB) berjumlah 14 orang untuk Dapil 1 dan 4, Partai Golongan Karya (Golkar) berjumlah 30 orang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjumlah 29 orang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjumlah 30 orang, Partai Amanat Nasional (PAN) berjumlah 30 orang dan Partai Hanura berjumlah 17 orang.

Terpisah Ketua DPC Partai Hanura H Gazali Rahman mengatakan salah satu anggotanya yang telah mendafatar memang akan mengundurkan diri, akibat adanya aturan tidak memperbolehkan mantan terpidana Korupsi.

Pihaknya juga sempat bingung karena awalnya mendapat informasi bahwa yang tidak diperbolehkan adalah yang menjalani hukuman lima tahun. Namun setelah mendaftar barulah KPU memberikan penjelasan peraturan bahwa tidak diperbolehkan jika terkait kasus korupsi.

Namun pihaknya telah menyiapkan surat pengunduran diri. "Rencananya besok (hari ini, red) kami akan menyerahkan surat pengunduran diri dan mengganti dengan calon lain, dan kami juga tengah menyiapkan berbagai persyaratan untuk pengganti," ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawaniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help