Yayasan Adaro Bangun Negeri

Teacher Training Bekal untuk Siapkan Generasi Abad 21

Kehadiran teknologi secara perlahan tengah merevolusi kebiasaan-kebiasaan lama manusia dan menggantinya dengan kebiasaan yang baru.

Teacher Training Bekal untuk Siapkan Generasi Abad 21
istimewa/yayasan anak bangun negeri

Disruption menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan efisien. Pada akhirnya inovasi disruption menciptakan suatu dunia baru.

Menghadapi tantangan tersebut perlu disiapkan generasi yang memiliki kemampuan yang relevan dengan kemampuan abad 21, yakni kemampuan Critical Thinking and Problem Solving, Communication, Collaboration, Creativity and Inovation sebagai modal bagi generasi mendatang dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat.

Di paling ujung utara Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tabalong puluhan guru diberikan pendampingan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Workshop Teacher Training di gelar selama empat hari (24-27/7/2018) dalam memberikan keterampilan praktis bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kemampuan abad 21 terutama bidang sains.

“Secara khusus, kegiatan ini dijalankan dengan tujuan untuk mendorong dan mengasah kemampuan guru agar terus berpikir ilmiah dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas diadik dan metodik lewat pelajaran sains yang menyenangkan dengan metode pengajaran yang kreatif, yang ditularkan kepada siswa nantinya," ungkap Ardianoor Staf Bidang Pendidikan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

Games menjadi konsumsi utama yang disajikan dalam pelatihan, dengan mengkondisikan kelas menjadi wadah yang menyenangkan namun tetap focus mengikuti materi, setiap guru diajak untuk mengamati dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Pendidikan haruslah menjadi suatu hal yang menenyenangkan, kita mulai dengan membangun suasana gembira, rileks dan bersahabat, sehingga saat pemberian materi pun kita banyak menggunakan sejumlah games sebagai alternative sains terapan yang bisa dilakukan langsung oleh peserta,” ungkap Randy salah seorang trainer dalam kegiatan.

“Sebelum guru bisa mengajarkan materi dan penguatan klub sains yang ada disekolahnya masing-masing, setidaknya guru sudah pernah melakukan percobaan sains terapan terlebih dahulu sehingga pada proses pembelajaran di kelas mereka dapat mengarahkan siswa untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru dengan teknik yang sama, "tambahnya.

Untuk menghadapi perubahan dan pesatnya perkembangan teknologi, guru sebagai salah satu pintu masuk pendidikan bagi siswa perlu memiliki sebuah metode untuk menghadapi perkembangan abad 21, melalui metode pembelajaran inkuiri, siswa tidak hanya duduk untuk mendapat transfer ilmu dari guru, namun teknik pembelajaran ini mampu melibatkan siswa lebih jauh dalam hal mencari dan menyelidiki sesuatu hal secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga siswa dapat lebih banyak mengembangkan gagasan baru hasil dari observasi yang dilakukan.

Sejak tahun 2010 YABN konsiten menumbuhkan budaya sains, guru-guru tingkat SD dari Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Bartim diberikan pelatihan untuk mengembangkan potensi siswa di sekolah.

Dukungan Adaro terhadap pengembangan pendidikan masyarakat di kabupaten-kabupaten wilayah operasionalnya terus dilakukan, diantaranya program penguatan sains bagi guru dan murid melalui Adaro Community Based Education, Program Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini hingga memfasilitasi bahan bacaan bagi sejumlah masyarakat di beberapa daerah di sejumlah kabupaten. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help