Dugaan Suap Bupati HST

Tuntutan 6 Tahun Penjara untuk Ketua Kadin Barabai dan Direktur PT Sugriwa Agung

Tuntutan 6 Tahun Penjara untuk Ketua Kadin Barabai dan Direktur PT Sugriwa Agung

Tuntutan 6 Tahun Penjara untuk Ketua Kadin Barabai dan Direktur PT Sugriwa Agung
kompas.com
Bupati nonaktfi Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, Selasa (3/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Ketua Nonaktif Kamar Dagang dan Industri Barabai, Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifani dan Direktur PT Sugriwa Agung Abdul Basit dituntut enam tahun penjara.

Keduanya diduga menjadi perantara Suap Bupati Hulu Sungai Tengah nonaktif Abdul Latif.

Jaksa KPK membacakan tuntutan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Baca: Gubernur Anies Liburkan Sekolah Saat Asian Games 2018, Ini Daftar 34 Sekolah Libur 21-31 Agustus

Fauzan juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Sementara, Abdul Basit dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar jaksa Lie Putra Setiawan.

Dalam pertimbangan, jaksa menilai, perbuatan keduanya tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Baca: Gerhana Bulan Super Blood Moon 28 Juli 2018, Ternyata 5 Planet Ini Juga Bakal Terlihat Jelas

Meski demikian, terdakwa dinilai memberikan keterangan yang signifikan sehingga membuat terang tindak pidana.

Keduanya juga berlaku sopan, masih memiliki tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum.

Fauzan dan Abdul Basit terjerat kasus dugaan suap proyek pengadaan pekerjaan pembangunan RSUD Damanhuri, Barabai, Kalimantan Selatan, Tahun Anggaran 2017.

Baca: 4 Langkah Pendaftaran CPNS 2018 di Situs Resmi Penerimaan CPNS, sscn.bkn.go.id

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved