Berita Banjarmasin

Wahyu Hardi: Perhatikan Pengetahuan dan Gaya Bahasa dalam Mengedukasi Gizi Pasien

Saat berhadapan dengan pasien dan keluarganya di ruang rawat inap, salah satu terapi yang diberikan adalah terapi gizi.

Wahyu Hardi: Perhatikan Pengetahuan dan Gaya Bahasa dalam Mengedukasi Gizi Pasien
istimewa
Wahyu Hardy Prasetyo saat memberikan terapi gizi pasien 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat berhadapan dengan pasien dan keluarganya di ruang rawat inap, salah satu terapi yang diberikan adalah terapi gizi.

Dalam proses pemberian terapi tentunya sesuai dengan ketentuan rumah sakit bahwa pasien akan menerima makanan berdasarkan kelas perawatan dan bentuk serta perencanaan makanan/diit.

Sebagai upaya peningkatan asupan makanan pasien tentunya diperlukan edukasi yang baik dan terstruktur agar tercapai apa yang disampaikan pada pasien tersebut.

Wahyu Hardi Prasetiyo SSTG MPH RD, ahli gizi klinik/dietesien RSUD Ulin Banjarmasin, memaparkan, dalam hal ini cara memberikan edukasi harus memperhatikan gaya bahasa yang disampaikan.

Baca: Hasil Persebaya vs Persib Bandung di Laga Tunda Liga 1 2018 - Skor 0-1 untuk Sementara

"Jika si pasien orang Banjar, maka gunakan bahasa Banjar yang baik dan sopan," jelasnya.

Komunikasi disertai humor yang menarik, selain iitu perhatikan intelektual pasien. Tidak perlu berkomunikasi dengan bahasa sekolahan, jika pasien terlihat berpendidikan rendah.

"Sampaaikan dengan bahasa sederhana dengan materi pengetahuan yang mudah, misal berapa banyak yang harus dimakan, cukup contohkan ukuran itu dengam.alat-alat rumah tangga yang sering digunakan pasien," jelas Wahyu.

Hal demikian membuat pasien mudah memahaminya sehingga saat pulang dapat menerapkan perencanaan makanan baik itu berdiit ataupun tidak berdiit.

Baca: Prabowo akan Bertemu Parpol Pendukung, Bahas Terbuka Siapa Sosok Cawapres

Lampirkan leaflet perencanaan makanan yang biasa dipakai sebagai bahan acuan pasien dan keluarga dalam mendukung perencanaan gizi yang diharapkan dan selalu habis mengonsumsi makanan yang disajikan rumah sakit.

Keberhasailan komunikasi edukasi diperlukan kerjasama yang harmonis antara pasien dan keluarga, sehingga psien merasakan terapi ini mudah diterapkan.

Ingat, makanan habis termakan dapatkah membantu meningkatkan pemenuhan kalori tubuh pasien.

Salam gizi-diit.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved