Berita Banjar

Alami Kekeringan, 390 Hektare Sawah di Banjar Terancam Gagal Panen

Lahan pertanian di lima desa Kecamatan Martapura Barat terancam kekeringan.

Alami Kekeringan, 390 Hektare Sawah di Banjar Terancam Gagal Panen
istimewa
Sawah kekeringan di Sungai Rangas, Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lahan pertanian di lima desa Kecamatan Martapura Barat terancam kekeringan. Tidak tanggung-tanggung, areal pertanian seluas 390 hektare gagal panen dikarenakan jika proses pembersihan irigasi maka air tidak bisa mengalir ke sawah.

Kelima desa itu adalah, Sungaibatang, Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas Ulu, Hambuku dan Penggalaman.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemkab Banjar dengan menggelar rapat terbatas di ruang Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Hilman, Jumat (27/7).

Seorang petani di Desa Sungai Batang Ilir, Suladi mengatakan, dalam waktu dekat ini sangat membutuhkan air sebelum melakukan proses pembersihan irigasi. Dirinya mendapat kabar pembersihan irigasi pada 6 Agustus mendatang.

Baca: Kena OTT KPK, Bupati dan Anggota DPRD di Lampung Selatan Diterbangkan ke Jakarta

“Mohon air irigasi dialirkan paling tidak seminggu sebelum pembersihan irigasi, jadwal pengeringan sudah sebulan yang lalu,” katanya.

Kondisi ini membuat petani waswas, tidak hanya di Sungai Batang, Sungai Batang Ilir, Penggalaman, Sungai Rangas, Keliling Benteng dan Penjambuan. Areal pertanian tang berlokasi di lebih dari lima desa itu yang terkena daerah aliran irigasi sub areal B.

Baca: Video Panduan Sholat Gerhana di Malam Gerhana Bulan Total Super Blood Moon

Menjadi harapan, pihak terkait yang menangani irigasi apabila melakukan pembersihan saluran jangan dilaksanakan pada saat musim tanam, diantaranya Mei sampai pertengahan Agustus.

“Karena di saat itu adalah masa tanam dan masa pertumbuhan padi yang sangat benar-benar memerlukan air,” ucapnya.

Camat Martapura Barat, M Rabani mengharapkan supaya air irigasi bisa disalurkan ke sawah masyarakat, sehingga tanaman padi bisa berkembang dengan baik dan berhasil sampai panen.

Baca: Gunung Agung Erupsi, Ketinggian Abunya Capai 2.000 Meter

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M Hilman mengatakan, rencana pembersihan irigasi dari 6 Agustus sampai 9 Agustus dipercepat pelaksanaannya pada 30 Juli 2018. Proses pembersihan tidak menggunakan alat atau mesin tetapi secara manual.

“Memang ini menjadi masalah klasik, oleh sebab itulah penting lebih dulu mengatasi jangka pendek, sambil kami bersama-sama instansi terkait memikirkan jangka panjang,” katanya.

Upaya jangka pendek seperti memprioritaskan air untuk lahan pertanian, sedangkan untuk kolam-kolam ikan sementara waktu dikurangi. Pihaknya menggandeng aparat kepolisan dan tentara untuk mengawasi aliran distribusi air dari irigasi, agar tepat sasaran.

Baca: Denada Terpaksa Tutup Cermin Pakai Koran Demi Anaknya, Ini Alasannya

Ditambahkan Hilman, memang sebenarnya untuk pengelolaan irigasi adalah kewenangan Balai Sungai melalui Pemerintah Provinsi Kalsel ada khusus menangani irigasi, tetapi karena lokasinya berada di wilayah Kabupaten Banjar maka menjadi perhatian Pemkab.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help