Berita Kalteng

Jamaludin Nekat Akhiri Hidup di Kolam, Penyebabnya Diduga karena Ini

Kejadian menghebohkan terjadi di Perusahaan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit PT Windu Nabatindo Lestari (WNL)

Jamaludin Nekat Akhiri Hidup di Kolam, Penyebabnya Diduga karena Ini
kompas.com
lustrasi jenazah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Kejadian menghebohkan terjadi di Perusahaan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit PT Windu Nabatindo Lestari (WNL) Desa Pundu, Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat (27/7/2018).

Seorang karyawan bernama Jamaludin (20), warga Desa Sinorejo, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, karyawan bagian pemanen buah sawit, tinggal di perumahan karyawan, nekat mengakhiri hidup dengan bercebur ke kolam.

Belum diketahui persis hingga Jamal -panggilan akrabnya- nekat mengakhiri hidupnya di kolam yang cukup luas yang ada diperusahaan tersebut.

Baca: Sule Kesal Mediasi Kedua di Sidang Perceraiannya Gagal Karena Hal Ini

Korban yang diduga melakukan bunuh diri karena putus asa, akibat menderita sakit.

Dia ditemukan tenggelam di dasar kolam yang luas.

Beberapa warga setempat mengungkapkan, mereka curiga setelah beberapa saat korban sempat di rawat di poliklinik perusahaan tiba-tiba menghilang, kabur dengan melepas infus, ternyata menceburkan diri ke kolam perusahaan.

Baca: 5 Cara Abadikan Gerhana Bulan Total Super Blood Moon Pakai Kamera IPhone

"Dia tak bisa berenang, sempat melepas infus kemudian masuk ke dalam kolam yang dalam kemudian hilang,"ujar Anwar, salah satu warga yang menduga korban nekat melakukan tindakan itu karena frustrasi atas penyakit yang dideritanya sejak lama.

Saat kejadian korban menghilang di kolam, beberapa karyawan juga petugas keamanan perusahaan disaksikan banyak orang, menyelami kolam dan dari dalam kolam ada tubuh korban yang sudah tewas.

"Kami angkat jenazahnya dari dalam kolam,"ujarnya.

Baca: Iis Dahlia Protes Keluarga Dibully, Sebuat Waode Sofia Senang Diperlakukan Seperti Itu

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Cempaga Hulu, sedangkan jenzah korban yang tewas diangkut dari kolam yang keruh dan berlumpur yang warnanya kekuningan, menuju Puskesmas Pundu, Cempaga Hulu, Kotim.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah, namun keterangan dari rekannya, korban diduga stres dan putus asa.

Sebelum bunuh diri dia sempat mengeluh mengidap demam, buang air besar yang tidak teratur, perut sakit, sehingga dirawat di Poliklinik Pundu dan dirawat sejak Kamis (26/7/2018), kemudian esok harinya menghilang ternyata ditemukan tewas di dalam kolam.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved