Berita Banjarmasin

Sosiolog Ahmad Herman: UKT Mahal Sebabkan Banyak Mahasiswa yang Rebutan Bidikmisi

Sejak dahulu persoalan biaya pendidikan di perguruan tinggi merupakan momok tersendiri bagi mahasiswa.

Sosiolog Ahmad Herman: UKT Mahal Sebabkan Banyak Mahasiswa yang Rebutan Bidikmisi
istimewa
Sosiolog, Ahmad Herman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendidikan merupakan suatu kebutuhan dan hak asasi manusia sedangkan bagi negara masyarakat terdidik adalah investasi dan aset bagi masa depan negara itu sendiri.

Menurut Sosiolog Ahmad Herman, sejak dahulu persoalan biaya pendidikan di perguruan tinggi merupakan momok tersendiri bagi mahasiswa, bagaimana tidak, Setiap tahunnya siswa kelas 3 tingkat SMA/MA/Sederajat, dalam kelulusannya bercita-cita untuk melanjutkan karir studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu ke perguruan tinggi.

Mereka memiliki impian masing-masing perguruan tinggi mana yang akan mereka pilih dan mereka idamkan, baik itu perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS). Sejalan dengan impian mereka, ada hambatan utama yang harus mereka hadapi dalam mewujudkan impian mereka untuk menjadi kenyataan, yaitu masalah biaya.

Baca: Arsenal Vs Atletico Madrid - Ini Video Gol Indah ABG Ajaib Milik Arsenal di ICC 2018

Setinggi apapun prestasi siswa SMA, secerdas apapun mereka ketika lulus dalam jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur prestasi (Undangan) mereka akan menghadapi masalah biaya kuliah yang kisarannya tidak sedikit, berkisar Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta per semesternya, terlebih lagi biaya pendaftaran awal di perguruan tinggi yang harus dibayar dimuka dengan jumlah yang tidak sedikit berkisar Rp 8 juta hingga puluhan juta dan hal ini cukup membebani para orang tua calon mahasiswa.

Walaupun sekarang model pembiayan perkuliahan di PTN dan PTIN (Perguruan Tinggi Islam Negeri) menerapkan model UKT (Uang Kuliah Tunggal) di mana dengan model ini mahasiswa tidak lagi dibebani dengan biaya bermacam-macam. sistem UKT diharapkan dapat menyesuikan dengan strata ekonomi orang tua calon mahasiswa.

Pola seperti memberikan bentuk perhatian dan penyesuaian terhadp kemampuan ekonomi orang tua calon mahasiswa yang dibuktikan dengan surat Keterangan Kepala Desa menyangkut pendapatan orang tua calon mahasiswa.

Baca: Hasil ICC 2018, Mo Salah Cetak Gol, Liverpool Kalahkan Manchester City dengan Skor 2-1

Pihak pemerintah dan pihak kampus, harus memikirkan bagaimana nasib calon mahasiswa yang tidak mampu menjangkau nilai UKT yang telah ditetapka. Faktanya, ada mahasiswa yang harus meengubur keinginannya kuliah di salah satu fakultas tertentu karena ketidaksanggupan membayar UKT.

Adanya paradigma berpikir bahwa komoditi pendidikan di Indonesia adalah untuk dibisniskan. Terlebih pemerintah seperti melepaskan tangan, dalam pembiayaan operasional perguruan tinggi dengan dalih kemandirian dan otonomi kampus.

Akibatnya perguruan tinggi membiayai operasionalnya sendiri secara mandiri yang salah satu caranya adalah menetapkan biaya kuliah yang sangat tinggi. Dari hal ini bagi para calon mahasiswa kecerdasan saja tidak cukup dalam meneruskan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi, dibutuhkan kekuatan finansial dari para orang tua untuk membiayai mereka.

Baca: Cristiano Ronaldo ke Juventus Dinilai Mourinho Makin Memperkuat Dominasi Si Nyonya Tua

Solusi, dengan kondisi demikian tentu saja, harus ada model perlakuan kampus kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik bagus dengan memberikan pembebasan UKT terutama bagi calon mahasiswa dari kalangan strata bawah (tidak memiliki kemampuan ekonomi yang memadai).

Di salah satu perguruan tinggi di banjarmasin ada menerapkan model UKT gratis dengan jalur program khusus, ini juga merupakan salah satu solusi agar calon mahasiswa tertuama dari kalangan kurang mampu tidak menjadikan biaya UKT sebagai kendala mereka menuntut ilmu di perguruan tinggi. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda ).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved