Berita HSU

Cegah kekeringan, Warga Amuntai Tengah Salurkan Air ke Lahan Pertanian Gunakan Mesin Pompa Air

Sebagian lahan rawa pada musim kemarau sering terancam kekeringan, karena aliran sungai di sekitarnya juga ikut kering.

Cegah kekeringan, Warga Amuntai Tengah Salurkan Air ke Lahan Pertanian Gunakan Mesin Pompa Air
Banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Warga Amuntai Tengah mengairi areal persawahan menunggunakan mesim pompa air untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki lahan rawa yang sangat luas, daerah rawa ini berubah menjadi lahan pertanian saat musim kemarau. Sedangkan pada musim penghujan akan dipenuhi air dan menjadi tempat untuk mencari ikan warga.

Sebagian lahan rawa pada musim kemarau sering terancam kekeringan, karena aliran sungai di sekitarnya juga ikut kering. Untuk mengairi lahan pertanian biasanya warga menggunakan pompa air dan mengalirkannya ke persawahan.

Seperti yang dilakukan di Desa Pasar Senin kecamatan Amuntai Tengah. Saat ini sudah sekitar 110 hektare lahan rawa yang telah ditanami padi. Memasuki usia 1,5 bulan dan tanah mulai kering, dan petani mengairi sawah dengan alat pompa air.

Rahman salah satu petani Desa Pasar Senin mengatakan dirinya bersyukur karena tak jauh dari lahan pertaniannya terdapat danau buatan yang berisi air. "Pakai pompa air, mengalirkan air dari danau ke lahan pertanian," ungkapnya.

Baca: Capres-Cawapres 2019, Bukan Keharusan Mutlak AHY Jadi Cawapres, Tetap Harus Dipertimbangkan

Mengairi lahan pertanian dilakukan jika tanah pertanian terlihat sangat kering. Jika tak ada hujan sama sekali biasa mengairi seminggu sekali. Dirinya berharap musim kemarau tahun ini bisa lebih lama agar padi bisa dipanen diusia yang tepat.

Pasalnya tahun lalu masih ada lahan yang terpaksa harus segera dipanen karena telah memasuki musim penghujan.

Terpisah Penyuluh Pertanian Desa Pasar Senin Kusumayana Purna mengatakan sebagian petani selain mengambil air dari danau buatan untuk mengairi sawah juga menyedot air dari aliran sungai kecil.

Saat ini pintu air sudah ditutup untuk menjaga agar sungai tidak kering, sebagai cadangan untuk mengairi lahan pertanian.

Baca: Jadwal MotoGP Ceko 2018 di Brno - Marc Marquez Anggap Valentino Rossi Pembalap Paling Berbahaya

"Kami terus melakukan pemantauan sekaligus mendampingi para petani agar tidak ada padi yang kekeringan," ujarnya.

Pompa air milik kelompok pertanian digunakan secara bergantian dan saat mengairi juga langsung dialirkan ke beberapa petak sawah dengan membuka saluran air.

"Kami masih berharap agar adanya turun hujan, menghindari kekeringan dan berharap mendapatkan hasil panen terbaik," ungkap Purna. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help