Berita Banjarmasin

IDAI Kalsel Kampanyekan Imuniasai Campak Rubella Kepada Para Dokter, Bidan dan Perawat

Kegiatan ini dihadiri oleh dokter Spesialis Anak (SpA) sebanyak 38 orang, dokter umum sebanyak 21 orang

IDAI Kalsel Kampanyekan Imuniasai Campak Rubella Kepada Para Dokter, Bidan dan Perawat
Airul Syahrif
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Selatan gelar acara seminar dan pelatihan Advokasi untuk Kampanye Imunisasi Measles Rubella di Aston Banua Hotel, Banjarmasin, Sabtu (28/7/2018) pukul 08.30 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID. BANJARMASIN - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Selatan gelar acara seminar dan pelatihan Advokasi untuk Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II dan Surveilans PD3I, di Aston Banua Hotel, Banjarmasin, Sabtu (28/7/2018) pukul 08.30 Wita.

Kegiatan ini dihadiri oleh dokter Spesialis Anak (SpA) sebanyak 38 orang, dokter umum sebanyak 21 orang, dan bidan dan perawat sebanyak 42 orang. Sehingga semua peserta berjumlah 101 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini.

Pemateri yang dihadirkan ada dari beberapa pihak. Di antaranya dari perwakilan Pengurus Pusat IDAI sebanyak dua orang. Selain itu juga dihadiri perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Kemenkes, dan lainnya.

Baca: Prediksi Susunan Pemain & Link Live Streaming Barito Putera vs Madura United Liga 1 2018 Pekan 18

Ketua IDAI Kalsel, dr Indra W Himawan, SpA (K) mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk memberi pengetahuan lebih kepada tim kesehatan di Kalsel. Terutama para dokter, bidan, dan perawat yang sebagai pelaksana imunisasi campak rubella.

Baca: Jadwal Live Indosiar & Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Bali United Liga 1 2018 Hari Ini

"Dalam kegiatan ini nanti akan membahas mengenai kebijakan-kebijakan, selanjutnya mengenai penyakit campak dan rubella, teknik pelaksanaan, mengatasi permasalah yang timbul, dan akibat-akibat vaksin yang akan timbul, penanggulangannya, dan juga pelaporannya, serta beberapa hal yang perlu dibahas," jelasnya pada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (28/7/2018) pagi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) TVRI Benfica vs Juventus ICC 2018 : Allegri Bicara Ronaldo

Dijelaskannya bahwa penyakit campak ini sangat bahaya untuk anak-anak. Karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, kalau anak itu daya tahan tubuhnya rendah maka akan bisa mengakibatkan diare, radang otak, radang paru-paru, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Penyakit rubella juga bisa dikatakan berbahaya bagi anak. Menurutnya penyakit ini beberapa orang menganggap ringan, namun penyakit ini bisa sangat berbahaya jika anak terkena rubella saat masih dalam kandungan. Saat itu bisa mengakibatkan syndrom rubella.

Sehingga bisa mengakibatkan sang anak mengalami kecacatan saat lahir. Bisa jadi matanya ada kelainan, jantungnya, otaknya, dan maupun perkembangannya.

"Kalau imunisasi ini berjalan, maka masyarakat akan terlindungi dengan adanya vaksinasi ini," jelasnya.

Selain itu turut berhadir juga perwakilan dari Pengurus Pusat IDAI, dr Muhammad Heru Muryawan, SpA(K). Dirinya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan fase kedua yang dilakukan pemerintah. Fase kedua ini dilakukan di luar pulau Jawa seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini akan memberikan penjelasan atau penyegaran kembali bagaimana mengimunisasi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai imunisasi MR. Pematerinya ada banyak ini, dari IDAI Pusat, Kemenkes Imunisasi, WHO, dan dari daerah sini ada juga. Sehingga mereka akan diberitahu cara-cara untuk mengimunisasi dan mengajak masyarakat untuk berimunisasi," jelasnya pada banjarmasinpost.co.id.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemerintah. Dijelaskannya bahwa hal ini untuk persiapan imunisasi MR atau campak rubella. Sehingga dilakukan advokasi dan kampanye imunisasi campak rubella di seluruh Indonesia.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved