Tajuk

Menanti Hadirnya RS Suriansyah

Kenyataan ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena Pemko Banjarmasin memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan

Menanti Hadirnya RS Suriansyah
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Foto Maket RSUD Sultan Suriansyah di RK Ilir Kota Banjarmasin. 

IRONIS. Di usianya yang sebentar lagi mencapai 492 tahun, Kota Banjarmasin belum juga sempurna menyediakan fasilitas kesehatan bagi warganya. Hingga sekarang Kota Banjarmasin tidak memiliki sebuah rumah sakit. Beda dengan tetangga terdekatnya, Kota Banjarbaru. Diusianya yang terbilang masih muda, 19 tahun, sudah memiliki sebuah rumah sakit.

Kenyataan ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena Pemko Banjarmasin memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi warganya. Caranya menyediakan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan, dan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan adalah rumah sakit. Merujuk Pasal 3 UU No 44 /2009 tentang penyelenggaraan Rumah Sakit, tujuan dari keberadaan rumah sakit adalah mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Memang selama ini warga Kota Banjarmasin tidak begitu mendapatkan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini karena Pemko Banjarmasin memiliki sekitar 32 puskesmas yang selalu memberi pelayanan. Juga didukung dua rumah sakit milik Pemprov Kalsel yakni RS RSUD Ansari Saleh dan RSUD Ulin Banjarmasin.

Tak hanya itu, Kota Banjarmasin juga diuntungkan dengan keberadaan rumah sakit swasta, di antaranya Rumah RSU Suaka Insan, Rumah Sakit Islam Banjarmasin, RSU Sari Mulia, Rumah Sakit Puri Paramita, Rumah Sakit Bersalin (RSB) Ibunda Siti, Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Siaga, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin dan Rumah Sakit Dr R Soeharsono.

Namun keberadaan rumah sakit milik pemprov dan swasta itu bukan menjadi alasan pembenar kalau Kota Banjarmasin tidak perlu lagi atau bukan kebutuhan mendesak memiliki rumah sakit. Karena rumah sakit milik pemprov dan swasta punya orientasi masing-masing.

Rumah sakit milik pemprov, perhatian atau kecenderungannya melayani seluruh warga Kalsel atau menjadi rumah sakit rujukan bagi rumah sakit lain yang berada di kota dan kabupaten. Akibatnya, warga Kota Banjarmasin harus antre berjam-jam untuk mendapatkan layanan. Bahkan tidak itu saja, warga Banjarmasin yang harus menjalani rawat inap terpaksa ‘berebut’ ruang.

Rumah sakit swasta, kecenderungannya pada keuntungan. Pihak rumah sakit siap memberikan pelaynaan apa saja (terbaik) dengan catatan harus membayar sesuai tarif yang berlaku. Bagi yang berduit tentu saja tidak masalah. Berapa pun biaya akan mereka sanggupi. Tapi bagi yang tidak berduit, tentu saja jadi masalah.

Untuk memberikan layanan kesehatan yang sempurna bagi warganya, tidak ada kata lain Pemko Banjarmasin harus memiliki sebuah rumah sakit. Tanda-tanda Kota Banjarmasin memiliki sebuah rumah sakit sudah ada. Bahkan bangunan dan nama rumah sakitnya pun suda ada, yakni RS Sultan Suriansyah. Pembangunan rumah sakit ini sudah dilakukan pada era Wali Kota Muhidin.

Namun sangat disayangkan pembangunan rumah sakit di Jalan Rantauan Darat Kota Banjarmasin itu tidak dilanjutkan lagi. Sudah selama setahun mangkrak. Padahal puluhan miliar rupiah telah digelontorkan untuk membangun Rumah Sakit Sultan Suriansyah tersebut.

Mudahan-mudahan di awal tahun 2019 nanti, pembangunan Rumah Sakit Sultan Surianyah dilanjutkan lagi. Kita mengharapkan Wali Kota dan wakil rakyat segera merampungkan pembangunan RS Sultan Suriansyah. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help