berita kesehatan

Orang Bertato Tidak Bisa Mendonor, Ini Penjelasan PMI

Ada tato di lengan membuat risiko masuknya bakteri atau lainnya ketika transfusi darah.

Orang Bertato Tidak Bisa Mendonor, Ini Penjelasan PMI
Achmad Maudhody
Ilustrasi - Donor Darah Bersama Bank Kalsel yang diselenggarakan hari ini, Rabu (21/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Ada sejumlah persyarakat orang bisa mendonorkan darahnya. Di antaranya berusia di atas 17 tahun, berat badan diatas 45 kg, tekanan darah diatas 110/70 mmHg tapi tidak masuk darah tinggi (darah tinggi bila tekanan darah diatas 160/100 mmHg), tidak perokok, tidak sedang haid, memiliki Hemoglobin 12 gram%, serta tidak memiliki tato di bagian lengan.

Tak hanya itu, pendonor juga harus bebas 4 penyakit menular yang perantaranya lewat darah. Keempat penyakit itu adalah HIV, hepatitis B dan C, sifilis, kanker. Selain itu, juga bukan perokok berat serta pecandu narkoba.

"Ada tato di lengan membuat risiko masuknya bakteri atau lainnya ketika transfusi darah. Tapi, bila tato di bagian lain misalnya tato alis memungkinkan," ujar Ketua PMI DKI Jakarta Muhammad Ali Reza saat konferensi pers Tupperware Gelar Donor Darah Serentak di South Quarter, Jumat (27/7/2018).

Baca: Daftar Susunan Pemain Barito Putera vs Madura United - Live Streaming via Vidio.com Liga 1 2018

Baca: Air Rebusan Kulit Buah Salak Ternyata Berkhasiat Turunkan Kadar Gula Penderita Diabetes

Bagi perokok apalagi perokok berat juga seringkali tidak lolos karena darah perokok biasanya kental. Darah yang kental tidak bisa digunakan untuk penerima donor darah.

Sementara keamanan bagi petugas di antaranya menggunakan sarung tangan serta masker mulut.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jawaban untuk Syarat Keamanan Calon Pendonor Darah yang Bertato

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Apa Orang Bertato Bisa Donor Darah? Berikut Penjelasan dari PMI

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help