Berita Hulu Sungai Utara

BPBD HSU Gunakan Alat Penyemprot untuk Padamkan Api di Bawah Lahan Gambut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU tengah bersiap menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Memasuki musim kemarau Pemerintah Daerah HSU melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU tengah bersiap menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Kabupaten HSU memiliki lahan rawa yang sangat luas dan saat musim penghujan lahan ini akan digenangi air namun pada musim kemarau menjadi kering dan berpotensi menyebabkan kebakaran.

Terbakarnya lahan rawa memerlukan penanganan yang berbeda dengan lahan biasa, pasalnya api bisa tersembunyi dibagian bawah hingga lahan terbakar perlu dipadamkan dengan maksimal.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans7 MotoGP Ceko 2018 - Valentino Rossi Siap Ganggu Marquez

Untuk itu BPBD HSU juga telah menyiapkan peralatan khusus untuk memadamkan api jika yang terbakar adalah lahan rawa.

Penyemprot air semacam tongkat yang ditusukkan ke daerah rawa bagian bawah dan menyemburkan air. Hal ini dilakukan untuk mematikan api hingga ke bagian bawah.

Karena tak jarang saat memadamkan api di daerah rawa terlihat sudah padam di permukaan namun masih ada sumber api di bagian bawah.

Baca: Sempat Dikeroyok Gerombolan Moge, Wartawan Ini Melawan Bersama Istri dan Dua Anaknya

Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh anggota BPBD yang tersebar di seluruh kecamatan untuk siaga dan mencegah Karhutla.

"Saat ini kami juga telah mendirikan Posko Karhutla yang bisa digunakan oleh seluruh Anggota BPBD dan relawan untuk terus berkomunikasi," ujarnya.

Baca: LIVE STREAMING Piala AFF U-16 2018 Indonesia vs Filipina - Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

Seluruh perlengkapan juga tersedia pada Posko Karhutla yang letaknya tak jauh dari kantor BPBD HSU. Dengan adanya kerjasama antara seluruh anggota disetiap kecamatan dapat mempercepat penanganan saat terjadi kebakaran.

Pihaknya juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena berpotensi untuk menyebabkan kebakaran lahan.

(banjarmasinpost.co.id/ reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help