Kriminalitas Kalteng

Kejati Kalteng Proses 5 Kasus Dugaan Korupsi, dari Kasus Bandara Hingga Diklat Jabatan

Lima kasus korupsi yang masih secara intens diselidiki oleh jaksa di Kejaksaan Tinggi Kalteng tersebut antara lain

Kejati Kalteng Proses 5 Kasus Dugaan Korupsi, dari Kasus Bandara Hingga Diklat Jabatan
faturahman
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalteng, Adi Santoso. 

BANJARMASINPOST CO.ID, PALANGKARAYA - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah hingga, Minggu (29/7/2018) masih melakukan penyelidikan sebanyak lima kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Lima kasus korupsi yang masih secara intens diselidiki oleh jaksa di Kejaksaan Tinggi Kalteng tersebut antara lain, kasus dugaan korupsi peningkatan pembangunan jalan Provinsi di Pendang tahun anggaran 2014-2015 pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Barito Selatan.

Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan, pihak kejaksaan dengan mengumpulkan barang bukti, data dan bahan keterangan.

Baca: Patung Jelawat Wisata Sungai Paling Top di Sampit, Paling Cocok Untuk Selfie Lho!

Kedua, pihaknya juga melakukan penyelidikan dugaan tipikor dalam pemberian jaminan bank berupa garansi oleh direktur dari PT Askrindo dan saat ini juga masih dalam tahap pengumpulan data dan barang bukti.

Ketiga, dugaan korupsi bandara HM Sidik di Desa Trinsing, Muarateweh Kabupaten Barito Utara, untuk pekerjaan lapisan landasan pacu bandara , taxi way, apron, seluas 57.600 m3 dengan nilai kontrak Rp16 miliar lebih.

Baca: Live Streaming Barcelona vs Tottenham Hotspurs TVRI 10.00 WIB, International Champions Cup 2018

"Saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan,"ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalteng, Adi Santoso.

Keempat, pihaknya juga masih melakukan, proses hukum untuk penuntutan dugaan tindak kejahatan korupsi terhadap H Muchtar, untuk pendidikan penjenjangan struktural PMI dan diklat jabatan tahun 2015-2016.

Sedangkan untuk kasus yang sama pihak kejaksaan Tinggi Kalteng juga masih melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap Yunire, dalam hal pendidikan dan penjenjangan struktural PMI dan prajabatan 2015-2016.

Yang terakhir kelima, pihaknya masih melakukan proses persidangan atas nama Rojikinoor kasus dugaan tipikor dan juga terdakwa Sipet bin Madin, juga dalam proses pelimpahan ke pengadilan Tipikor Palangkaraya.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved