Kuliner Banjarmasin

Mengkudu Ternyata Enak Dibikin Kopi, Perempuan Berhijab Ini Raup Jutaan Rupiah Per Bulan

Untuk diketahui, tidak hanya tanaman kopi saja yang bisa diolah menjadi kopi, tanaman buah pun bisa diolah menjadi minuman

Mengkudu Ternyata Enak Dibikin Kopi, Perempuan Berhijab Ini Raup Jutaan Rupiah Per Bulan
muhammad maulana
Elvina dengan produk kopi mengkudunya dengan merek Vina Coffe Mengkudu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak jenis kopi yang ada di Indonesia, dari jenis hingga rasa kopi yang sangat beragam. Bahkan kopi dari Indonesia sangat dikenal di berbagai negara.

Untuk diketahui, tidak hanya tanaman kopi saja yang bisa diolah menjadi kopi, tanaman buah pun bisa diolah menjadi minuman pahit yang kaya cita rasa. Salah satu buah yang bisa dijadikan bahan utama pembuatan kopi adalah mengkudu.

Hal ini dilihat oleh Elvina untuk berbisnis kopi mengkudu, melalui Vina Coffe Mengkudu Saijaan ia mantap dengan bisnis ini.

Baca: Anak Sopir Bus Lulus Taruni Akpol, Kapolres Boyolali Berikan Kejutan Aneh pada Bapak Tua Ini

Dijelaskan Elvina kopi mengkudu merupakan kopi herbal yang terbuat dari buah mengkudu dan tanpa ada bahan campuran lainnya. Sehingga tidak menimbulkan efek samping.

"Tentunya kopi mengkudu non kafein, baik dikonsumsi orang dewasa maupun anak-anak, pria, dan wanita. Bahkan kopi ini aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui," jelas Elvina.

Baca: Live Streaming Barcelona vs Tottenham Hotspurs TVRI 10.00 WIB, International Champions Cup 2018

Vina Coffe Mengkudu.
Vina Coffe Mengkudu. (muhammad maulana)

Menurut Elvina rasa kopi mengkudu berbeda dengan kopi konvensional lainnya, kopi mengkudu memiliki citra rasa seperti kacang-kacangan.

"Mengkudu itu termasuk dalam jenis tanaman kopi-kopian, untuk rasanya sedikit asam," ujar pebisnis asal Kotabaru ini.

Sedangkan dari segi warna, sama halnya dengan kopi pada umumnya, kopi mengkudu juga berwarna hitam.

"Karena proses pengeringan dan sangrai menjadikan warna dari mengkudu menjadi hitam," tuturnya.

Untuk harga Elvina menjual Rp 15 ribu perbungkus, atau berisi 50 gram dalam satu bungkus.

Omzet yang dihasilkan Elvina juga cukup menguntungkan, dalam sebulan rata-rata ia bisa meraup keuntungan Rp 1,5 juta.

"Omzetnya mungkin belum seberapa karena hanya orang-orang tertentu yang berminat mengonsumsi kopi ini untuk kesehatan," terangnya.

Ia melanjutkan kendala dari produksi kopinya dari lahan untuk proses pengeringan masih terbatas. Lokasi rumah yang dijadikan tempat produksinya tidak terlalu luas, sehingga produksinya dilakukan secara bertahap.

"Kendala lahan rumah produksi masih kecil, selain itu rumah produksi saya belum bisa mendaftarkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help