Berita Banjar

KPU Banjar Klarifikasi ke Polisi dan Pengadilan, Terkait Ada Bacaleg Diduga Terpidana

KPU Banjar masih banyak belum menerima kelengkapan berkas dari Bacaleg 2019 mendatang, di antaranya surat keterangan bukan terpidana.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - KPU Banjar masih banyak belum menerima kelengkapan berkas dari Bacaleg 2019 mendatang, di antaranya surat keterangan dari pengadilan bahwa bukan terpidana.

Rencananya KPU bersama Bawaslu akan meminta klarifikasi ke kepolisian dan pengadilan terkait diduga satu orang bacaleg merupakan terpidana, Selasa (31/7).

Anggota KPU Kabupaten Banjar, M Zain didampingi Komisioner Divisi Hukum, Abdul Karim tidak mau menyebutkan identitas bacaleg dan partai yang bersangkutan. Alasannya, masih perlu klarifikasi.

Baca: Live Streaming Indosiar - Link Live Streaming PS Tira vs Persib Bandung Liga 1 2018

“Kalau kami sebutkan, maka kalau ternyata tidak benar bisa dituntut yang bersangkutan. Khan bisa saja misalkan SP3, oleh sebab itulah kami meminta klarifikasi dulu, karena pasti ada catatan baik di kepolisian atau di pengadilan,” katanya, Senin (30/7).

Secara umum M Zain menyebutkan, dari 581 bacaleg hanya sebagian yang sudah melengkapi berkas syarat pemcalegan, terutama surat keterangan dari pengadilan. Tetapi pihaknya masih memberikan masa perbaikan hingga 31 Juli 2018 hingga pukul 16.00 wita.

Baca: Anaknya Derita Kanker Darah dan Dirawat di RS Idaman, Pria Ini Rela Meminta-minta

Jika bacaleg hingga tanggal yang ditetapkan belum melengkapi berkas atau syarat-syaratnya maka dianggap gugur atau tidak bacaleg di Pileg 2019 mendatang.

Selain surat keterangan pengadilan, berkas lainnya yang masih belum dipenuhi bacaleg adalah legalisir ijazah, baik lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan juga legalisir ijazah sarjana dalam memperoleh gelar.

“Tetapi yang banyak adalah surat keterangan dari pengadilan, tetapi besok masih ada waktu,” tegasnya, diamini komisioner lainnya, Abdul Azis.

Baca: Link Live Streaming Timnas U-16 Thailand vs Malaysia Piala AFF U-16 2018 Mulai 19.00 WIB

Ditambahkannya, ada pula terkait surat pengunduran diri atau pindah partai di Pileg 2019. Ada beberapa nama yang disinyalir pindah partai dari Pileg 2014 ke Pileg 2019.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar, Ramliannoor menambahkan, pihaknya bekerja sesuai dengan tugas dan akan memastikan juga kepada pihak yang berwenang terkait dengan status yang bersangkutan. Diduga sebagai mantan terpidana korupsi.

Baca: Debut Spesial Rahel Radiansyah Bersama Martapura FC, Jelang Persegres Gresik vs Martapura FC

“Dan jika pasti statusnya sebagai mantan terpidana korupsi, maka KPU harus mencoret nama yang bersangkutan dari daftar calon,” tegasnya.

Ditambahkannya, informasi yang masuk bukanlah laporan masyarakat, melainkan informasi awal yang didapat dari tim lapangan, bahwa yang bersangkutan diduga pernah tersangkut kasus korupsi pada 2011 lalu. Namun kembali Ramliannoor menegaskan, semua masih perlu cek dan ricek lagi.
(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help