berita tanah laut

Pemilik Lahan Terbakar di Gunungraja Sulit Diketahui, Ini Kendalanya Kata Camat Tambangulang

Pemilik lahan tidur yang terbakar di wilayah Desa Gunungraja sulit diketahui

Pemilik Lahan Terbakar di Gunungraja Sulit Diketahui, Ini Kendalanya Kata Camat Tambangulang
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Camat Tambang Ulang, Ferhad NH kesulitan mendata pemilik lahan terbakar di desa Gunungraja 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemilik lahan tidur yang terbakar di wilayah Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, akhir pekan tadi sulit diketahui. Petugas kecamatan kesulitan mendata.

Kesulitan mendata pemilik lahan tidur yang terbakar itu dikatakan Camat Tambangulang, Ferhad NH karena rata-rata lahan itu pemiliknya warga dari luar dari Kalimantan Selatan.

"Pemilik lahan tidur di wilayah Desa Gunungraja itu orang jawa. Mereka berdomisili di daerah Jawa. Ini Kendala staf kami melakukan pendataan lahan di Desa Gunungraja," kata Ferhad kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (30/7/2018).

Baca: Jelang Pendaftaran CPNS 2018, Ingat Bentuk Pas Foto dan Cara Pengiriman Dokumen

Baca: Datangkan Ahli Cyber, Banjar Sosialisasi Keamanan Informasi

Ferhad mengaku lahan tidur yang terbakar luasnya sekitar 10 hektare. Itu lahan tidur yang berbatasan dengan wilayah Desa Tambangulang dan Desa Martadah.

"Lahan tidur yang tersisa dan terancam terbakar di seberang jalan nasional. Itu berbatasan dengan Desa Kurau dan Desa Banuaraya, Kecamatan Batibati," katanya.

Kepala Brigade Manggala Agni Daops Tanahlaut, Dody Ronald Hutapea mengatakan tiga titik kebakaran lahan terjadi dalam awal pekan ini. Satu hari ini, tiga titik kebakaran, yaitu di Desa Bawah Kayung, Kecamatan Kurau, sekitar pukul 11.30 Wita.

Kemudian, selang satu jam, kebakaran lahan terjadi di Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, sekitar pukul 12.30 Wita.

Kebakaran lahan lebih besar sekitar dua hektare, terjadi lagi di Desa Tambangulang, Kecamatan Tambangulang, sekitar pukul 15.30 Wita.

Beruntung, dari tiga titik api muncul itu, gabungan pemadam kebakaran lahan dari Manggala Agni, BPBD Tanahlaut, Satpol PP dan Damkar didukung TNI dan Polri api berhasil dikuasai.

Dody Ronald Hutapea meminta peran serta masyarakat melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. Terlebih di lahan tidur menimbulkan asap pekat yang mengakibatkan gangguan kesehatan seperti inspeksi saluran pernapasan dan membuat mata perih.

"Hingga kini penyebab kebakaran diakibatkan ulah oknum masyarakat belum terbukti. Semua masih dalam pencegahan dan penanggulangan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help