Kriminalitas Regional

Suka ke Kos Cewek Ini, Kepala Bappeda Diguyur Air Got, Warga Tak Percaya Sudah Nikah Sirinya

Dilansir banjarmasinpost.co.id via Tribun-Video.com dari Tribun-Medan.com, peristiwa dalam video yang telah tersebar luas

Suka ke Kos Cewek Ini, Kepala Bappeda Diguyur Air Got, Warga Tak Percaya Sudah Nikah Sirinya
tribun video
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif, Senin (30/7/2018), membenarkan kejadian Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Langsa, SF, diguyur warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif, Senin (30/7/2018), membenarkan kejadian Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Langsa, SF, diguyur warga.

Dilansir banjarmasinpost.co.id via Tribun-Video.com dari Tribun-Medan.com, peristiwa dalam video yang telah tersebar luas melalui media sosial itu terjadi di Dusun Bukit, Desa Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, Sabtu (28/7/2018).

Ia menjelaskan, SF sering mengunjungi kos keluarga DK, pegawai honorer Bappeda Langsa, yang dianggap melakukan hal tak pantas dengannya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Tolak Jadi Cawapres, Prabowo Ingin Bertemu UAS Jelang Pilpres 2019

"Sudah sering dia ke rumah si perempuan menurut warga. Mungkin sudah lama diintip warga marah dan dinilai telah melakukan perbuatan mesum. Warga sudah emosi karena yang saat diinterogasi mereka sudah macam-macam ngomongnya. Ditarik ke luar lalu dimandikan. Itu udah kebiasaan di kampung-kampung seperti itu," ujar Ibrahim.

Saat digerebek warga, SF dan DK menunjukkan surat nikah siri mereka, tetapi warga tetap curiga.

"Kepala Bappeda mengaku bahwa mereka telah menikah secara siri dengan pasangannya tersebut yang juga pegawainya sendiri," tuturnya.

Baca: Diam-diam Syahrini Punya Keponakan, Selain Ganteng Juga Seorang Hafiz Quran

Mereka meragukan keabsahan surat itu, lalu mengguyur SF dan DK menggunakan air kotor di parit.

Petugas Syariat Islam datang usai kejadian dan kini tengah memeriksa keabsahan surat nikah siri SF dan DK.

"Kalau seandainya cepat datang mungkin bisa kita bendung dan amankan sehingga tidak dimandikan warga," imbuhnya.

"Namanya surat nikah siri secara negara itu tetap tidak sah. Namun jika dilihat secara agama, maka harus ditinjau kembali apakah syarat rukun nikahnya sah atau tidak. Itu yang sedang kita pelajari karena nikahnya di Sumatera Utara. Kalau memang nikahnya benar secara hukum agama sah berarti persoalannya akan kita damaikan," lanjutnya.

Baca: PDI-P Yakin Lewat Tangan Krisdayanti dan Tina Toon Cita-cita Bung Karno Terwujud

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help