berita tanah laut

Tak Sanggup Sediakan Uang Mahar. Amat Dianiaya Calon Kakak Ipar

Amat diamankan jajaran Satsabhara Polres Tanahlaut setelah menjadi korban penganiayaan calon kakak ipar

Tak Sanggup Sediakan Uang Mahar. Amat Dianiaya Calon Kakak Ipar
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Amat, warga Kecamatan Gambut terbaring lemah di kursi ruang tunggu di samping Kantor Satsabhara Polres Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Amat, buruh upah menanam dan memanen padi diamankan jajaran Satsabhara Polres Tanahlaut, belum lama ini.

Ia diduga menjadi korban penganiayaan calon kakak iparnya di Jalan Lokserapang, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari. Beruntung, cedera yang dialaminya tidak menyebabkan luka berat. Hanya kakinya lecet di sebelah kiri sehingga celananya dipotong.

Amat sebenarnya merupakan buruh tani yang mengambil upah menanam dan memanen padi di wilayah Kabupaten Tanahlaut. Hari peristiwa nahas yang dialami itu terjadi setelah bersama orangtua dan saudaranya bertamu ke rumah calon istrinya.

Maksud Amat mengajak kerabatnya ingin memantapkan tunangannya terhadap gadis Lokserapang.

"Saya kenalnya baru saja. Selama saya bekerja sebagai buruh tani di Lokserapang. Saya serius ingin meminang dan menikahinya sehingga kerabat saya ajak melihat," katanya.

Baca: Kebelet Mau Nikah, Istri dan Selingkuhan Habisi Suami, Tapi Eksekusi Tak Berdarah Gagal

Baca: Jelang Timnas U-16 Indonesia vs Myanmar - Modal Garuda Asia di Laga Kedua Piala AFF U-16 2018

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, Amat diminta menyediakan uang sekitar Rp 8 juta sesuai kesepakatan jika ingin menikahi gadis pujaan hatinya. Cuma saat itu, Amat sanggup hanya menyiapkan uang Rp 2 juta. Alasan Amat sisa uang itu akan dilunasi setelah panen.

Rupanya, niat Amat itu dianggap keluarga gadis pujaan tidak serius sehingga membuat suasana lamaran menjadi adu mulut dan cekcok.

Kasatsabhara Polres Tanahlaut, AKP Riswiadi mengatakan Amat diamakan pihaknya di Mapolres Tanahlaut untuk keselamatan dan diberikan pengobatan dari tim Dokkes Polres Tanahlaut.

"Kasus Amat itu sudah dimediasi pihak Polsek Pelaihari. Masalah kesalahpahaman tentang jujuran saja," katanya dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (30/7/2018).

Kapolsek Pelaihari, AKP Shofiyah menambahkan kasus itu sudah dimediasi anggota Bhabinkamtibmas Lokserapang sehingga berakhir damai antara kedua belah pihak. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved