Berita Tabalong

Mantan Sekdes Binjai Muara Uya Ditahan Kejaksaan Tabalong, Diduga Terlibat Korupsi Dana Desa

Pelimpahan kasus ini pun langsung disertai dengan penahanan terhadap Al (41) yang menjadi tersangka dalam kasus ini

Mantan Sekdes Binjai Muara Uya Ditahan Kejaksaan Tabalong, Diduga Terlibat Korupsi Dana Desa
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Kasipidsus Kejari Tabalong M Ali Rizza saat memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi di Desa Binjai, Muara Uya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Polres Tabalong, akhirnya kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Binjai kecamatan Muara Uya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tabalong, Selasa (31/7/2018).

Pelimpahan kasus ini pun langsung disertai dengan penahanan terhadap Al (41) yang menjadi tersangka dalam kasus ini setelah sempat beberapa saat menjalani pemeriksaan di bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tabalong.

Dengan telah dilimpahkannya kasus ini kejaksaan maka dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi untuk menjalani proses persidangan.

Kasipidsus Kejari Tabalong M Ali Rizza yang dikonfirmasi, membenarkan, pihaknya menerima pelimpahan dari Polres Tabalong kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa di Desa Binjai.

"Hari ini ada penerimaan tersangka dan barang bukti dari Polres Tabalong terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi pada Desa Binjai," katanya.

Baca: Petugas BKSDA Kalsel Periksa Siswa SD Korban Gigitan Buaya di Anjir Muara Batola

Baca: Buaya Berkeliaran di Anjir Muara, Siswa Kelas V SD Pun Digigit Saat Mandi

Untuk tersangka yang diserahkan merupakan sekretaris desa (sekdes) sekaligus pejabat sementara kepala desa (kades) saat dugaan tindak pidana korupsi ini dilakukan.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka ini terjadi sekitar tahun 2015 dengan kerugian negara ditaksir sebesar Rp. 220 juta.

Dimana dalam kasus ini, selain tersangka Al, juga ada satu tersangka lain yakni Sai (41) yang saat kejadian menjabat sebagai bendahara desa.

Untuk si bendahara sendiri, proses hukum berupa persidangan sudah dilakukan dan kini yang bersangkutan sedang menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan penjara.

Disampaikan kasipidsus, modus yang dilakukan kedua tersangka dengan cara membuat SPJ fiktif dan mark up dari beberapa kegiatan yang bersumber dari dana desa tahun 2015.

Baca: Kagumi Kecantikan Nissa Sabyan? Ini Wajah Asli Penyanyi Bersuara Merdu Itu

Baca: Viral Foto Nissa Sabyan Tanpa Make Up, Ini Profil Vokalis Sabyan Gambus, Ternyata Suka Aneh-aneh

"Jadi SPJ ada yang fiktif dan ada juga harga yang di mark up harganya. Ini dilakukan dibeberapa kegiatan, fisik ada, pembelian barang ada," ujarnya.

Dari hasil SPJ fiktif dan mark up inilah kedua tersangka kemudian mendapat uang sesuai bagiannya masing-masing.

Dengan apa yang telah dilakukan inilah, keduanya menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana desa. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help