Buaya di Anjir Muara

Petugas BKSDA Kalsel Periksa Siswa SD Korban Gigitan Buaya di Anjir Muara Batola

Muhammad Rahril Ibrahim (10), menjadi korban gigitan buaya di Sungai Anjir Muara saat mandi bersama teman bermainnya

Petugas BKSDA Kalsel Periksa Siswa SD Korban Gigitan Buaya di Anjir Muara Batola
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Ridwan Efenndy, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru BKSDA Kalsel memeriksa kaaki kiri Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Jerapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola yang menjadi korban gigitan buaya saat mandi di sungai setempat, Selasa (31/7/18) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Rombongan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Kalsel, tiba di rumah Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara Km 25, Kabupaten Batola yang menjadi korban gigitan buaya saat mandi di sungai setempat, Selasa (31/7/18) siang.

Ridwan Efenndy, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru BKSDA Kalsel bersama tim sekitar lima orang, datang ke rumah korban gigitan buaya atas laporan Camat Anjir Muara Kabupaten Batola Bapak Jaya.

“Begitu ditelpon Camat Anjir Muara, kita langsung meluncur ke lokasi untuk melihat luka-luka gigitan buaya tersebut,” kata Ridwan.

Ridwan bersama timnya langsung menfoto kaki kiri korban dan langsung dikirim ke tim dokter hewan BKSDA Provinsi Kalsel. Paling lama satu hari, hasil pemeriksaan dokter hewan akan segera diketahui.

Baca: Buaya Berkeliaran di Anjir Muara, Siswa Kelas V SD Pun Digigit Saat Mandi

Baca: Pembakal Anjir Serapat Lama: Selama 25 Tahun Terakhir, Baru Sekarang Ada Anak Digigit Buaya

“Ada tiga kemungkinan, korban itu digigit buaya, biawak dan berang-berang. Ini sedang kita teliti,” kata Ridwan.

Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Jerapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola menjadi korban gigitan buaya Sungai Anjir Muara saat mandi bersama teman bermainnya, Senin (30/7/18) pukul 18:00 Wita.

Tak seperti biasa, Rahril bersama Yanto, sang ayah mandi di pinggir Anjir Muara. Tak disangka, saat bocah ini bermain di pinggir sungai, kakikiri Rahril seperti ada yang menarik dan mencengkeram.

“Abah-abah, kakiulun ada yang mengigut (Ayah, kakisaya ada yang menggigit). Sepertinya buaya kecil,” kata Halimah, (34}, ibu dari Rahril, Selasa (31/7/18) siang di rumahnya RT 02 di kawasan Anjir Jerapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola.

Baca: Camat Anjir Muara Langsung Laporkan Warganya Digigit Buaya ke BKSDA Provinsi Kalsel

Dijelaskan Halimah, saat digigit buaya, Rahril lansung menjerit. Kontan, Yanto sang ayah langsung menarik tubuh Rahril ke darat. Namun buaya kecil itu sempat menarik kakikiri Rahril sehingga sempat terjadi tarik-tarikan Yanto dengan buaya tersebut.

“Suami sempat tarik menarik memperebutkan tubuh Rahril agar tidak dibawa buaya ke sungai. Dari penghilatan suami, buaya itu belum terlalu besar,” kata Halimah.

Usai kejadian, Rahril langsung dibawa ke salah satu bidan desa untuk diberi suntikan agar tidak infeksi karena gigitan buaya tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved