Buaya di Anjir Muara

Buaya Gigit Bocah Anjir Serapat Lama, BKSDA Kalsel Sebut Jenis Buaya Jelajah

“Di Sungai Anjir Muara Km 25 itu dari data kami di BKSD Kalsel, tak ada buaya habitat"

Buaya Gigit Bocah Anjir Serapat Lama, BKSDA Kalsel Sebut Jenis Buaya Jelajah
edi nugroho
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Kalsel Ridwan Efendy. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Kalsel Ridwan Efendy memastikan buaya yang menggigit Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara Km 25, Kabupaten Batola itu adalah jenis buaya jelajah.

“Di Sungai Anjir Muara Km 25 itu dari data kami di BKSD Kalsel, tak ada buaya habitat. Tapi hanya buaya jelajah. Kemungkinan besar, yang menggit Rahril itu buaya jelajah,” kata Ridwan Efendy, Rabu (1//8/18).

Menurutnya, dari data BKSDA Kalsel, kawasan Sungai Anjir merupakan daerah aliran sungai yang memang ada buayanya, tapi bukan buaya habitat. Buaya di Sungai Anjir merupakan buaya jelajah dan sewaktu-waktu lewat sungai saja.

Baca: Prabowo-SBY Sepakat AHY Jadi Cawapres 2019? Hendri Satrio: Bakal Sulit Menang

“Jadi harus dibedakan buaya jelajah dan jenis buaya habitat. Buaya jelajah itu hanya sewaktu-waktu saja,” katanya.

Ridwan bersama timnya langsung menfoto kaaki kiri korban dan langsung dikirim ke tim dokter hewan BKSDA Provinsi Kalsel. Paling lama satu hari, hasil pemeriksaan dokter hewan akan segera diketahui.

“Ada tiga kemungkinan, korban itu digigit buaya dan berang-berang. Ini sedang kita teliti. Dugaan sementara memang ada gigitan dari satwa liar,” kata Ridwan.

Baca: LIVE TVRI! Link Live Streaming Barcelona vs AS Roma ICC 2018 di TVRI dan INews TV Jam 09.00 WIB

Dijelaskannya, kemunculan buaya di Sungai Anjir, bisa juga karena adanya gangguan terhadap habitat. Jika habitat buaya lama terganggu, bisa jadi buaya tersebut akan mencari calon habitat lainnya yang baru.

“Buaya juga punya sifat daya jelajah saat habitatnya terganggu. Ketersediaan pakan buaya bisa terganggu,” katanya.

Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara Km 25, Kabupaten Batola benar-benar tak menyangka.

Baca: Bocah SD Digigit Buaya, Camat Anjir Muara Batola Minta Semua Warga Hentikan Aktivitas di Sungai

Kaki kiri bocah ini menjadi korban gigitan buaya Sungai Anjir Muar saat mandi bersama teman bermainnya, Senin (30/7/18) pukul 18:00 Wita. Tak seperti biasa, Rahril bersama Yanto, sang ayah mandi di pinggir Sungai Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara. Tak disangka, saat bocah ini bermain di pinggir sungai, kakikiri Rahril seperti ada yang menarik dan mencengkeram.

Baca: Pembakal Anjir Serapat Lama: Selama 25 Tahun Terakhir, Baru Sekarang Ada Anak Digigit Buaya

“Abah-abah, kakiulun ada yang mengigut (Ayah, kakisaya ada yang menggigit). Sepertinya buaya kecil,” kata Halimah, (34}, ibu dari Rahril, di rumahnya RT 02 di kawasan Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola.

Dijelaskan Halimah, saat digigit buaya, Rahril lansung menjerit. Kontan, Yanto sang ayah langsung menarik tubuh Rahril ke darat. Namun buaya kecil itu sempat menarik kakikiri Rahril sehingga sempat terjadi tarik-tarikan Yanto dengan buaya untuk memperebutkan tubuh bocah.

“Suami sempat tarik menarik memperebutkan tubuh Rahril agar tidak ditarik buaya ke sungai. Dari penghilatan suami, buaya itu belum terlalu besar,” kata Halimah.

Usai kejadian, Rahril langsung dibawa ke salah satu bidan desa setempat untuk diberi suntikan agar tidak infeksi karena gigitan buaya tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help