Kurikulum 2013

Di Sekolah Dasar ini, dari 530 Murid, 186 Diantaranya Belum Menerima Buku Paket

Sementara Wahyu, salah satu wali murid sebuah sekolah dasar di Banjarmasin, terpaksa memfoto copy buku paket demi kepentingan

Di Sekolah Dasar ini, dari 530 Murid, 186 Diantaranya Belum Menerima Buku Paket
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sementara Wahyu, salah satu wali murid sebuah sekolah dasar di Banjarmasin, terpaksa memfoto copy buku paket demi kepentingan belajar putranya.

"Sekolah tempat anak saya belajar belum ada buku paket, sehingga terpaksa difotokopi karena satu kelas masih belum lengkap," ungkap lelaki itu yang menolak menyebut nama sekolah tempatnya belajar.

“Saya khawatir kalau dimunculkan, anak saya kena marah oleh sekolah. Yang jelas, intinya ada yang terlambat dalam pengadaan buku paket tersebut," pungkasnya.

Baca: Selamat, Kahiyang Ayu Telah Melahirkan, Presiden Jokowi Lakukan Ini Menunggu Lahirnya Cucu

Terpisah, Martini yang ditemui ditemui harian ini tengah menunggu buah hatinya di depan pagar SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin, Selasa siang, mengaku tidak berani membeli di luar sekolah.

"Saya tidak berani, lagipula tidak diharuskan oleh sekolah. Jadi menunggu aja," ujar wali murid kelas 3 itu.

Rubina, Wakil Kepala SDN Pasar Lama 1 ketika dikonfirmasi mengakui keterlambatan distribusi dua buku paket PJOK (Pendidikan jasmani Olahraga) dan Agama untuk bahan ajar siswa.

Baca: Mengapa Nagita Slavina Bisa menikah dengan Raffi Ahmad? Jawaban Sebenarnya Terungkap Disini

Namun dia menyebut tidak semua kelas mengalami keterlambatan pendistribusian buku.

Dia berujar, untuk buku tematik, seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 sudah menerima.

"Dari seluruh siswa yang ada sebanyak 530 murid, hanya 186-nya atau kelas 3 dan 5 yang belum. Sedangkan lainnya sudah," jelas Rubina.

Baca: PSK Eks Lokalisasi Pembatuan Menghilang, Petugas Patroli Kehilangan Jejak, Yanto: Patroli Nihil!

Dia mengaku belum bisa memastikan kapan kepastian dua jenis buku tersebut diterima.

Semenara para siswa terpaksa belajar menggunakan buku panduan guru demi kelancaran proses belajar.

"Alhamdulillah sebagian orangtua ngerti, mereka beli sendiri ke pasar atau toko buku. Untuk panduan sudah kami sampaikan, kalau memakai buku dari penerbit Erlangga," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved