Berita Banjarmasin

Empat Jam, 20 Kendaraan Terciduk Overdimensi di Jembatan Timbang Lianganggang

Per satu Agustus ini kendaraan dengan overdimensi dan overload (odol) tak boleh melintasi jalan nasional.

Empat Jam, 20 Kendaraan Terciduk Overdimensi di Jembatan Timbang Lianganggang
istimewa/ BPTD wilayah 15 Kalsel
petugas memeriksa panjang bodi angkutan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Per satu Agustus ini kendaraan dengan overdimensi dan overload (odol) tak boleh melintasi jalan nasional. Hal itu disosialisasikan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah 15 Kalsel di jembatan timbang Lianganggang Banjarbaru, Rabu (01/08/2018).

Tampak kendaraan roda empat yang melebihi dimensi kendaraan diminta masuk ke area jembatan timbang untuk diukur sesuai dimensinya.

Meski masuk ke area jembatan timbang, namun hanya dimensi kendaraan yang dilakukan pengecekan. Pasalnya hingga kini jembatan timbang di Kalsel tak ada yang dioperasionalkan.

Baca: Nissa Sabyan Dikenal Cantik dan Berkulit Putih, Ini Tranformasi Tampilannya Sebelum Terkenal

"Selama empat jam sejak pukul 9 pagi hingga 3 sore ada 82 kendaraan yang kita cek dan ada 20 kendaraan yang odol, sisanya 6 kendaraan bermasalah administrasi, tapi kali ini hanya overdimensi yang kita cek, kalau overloadnya kita belum bisa melakukan pengecekan," jelas Kepala BPTD Wilayah 15 Kalsel, Ardono.

Namun untuk sosialisasi odol ini sebutnya sudah dilakukan oleh Dinas Perhubungan di Kabupaten Kota. Bagi Dishub Kabupaten kota yang memiliki alat timbangan sebutnya maka bisa melaksanakan uji berat kendaraan.

Baca: Pagar Rumah Pendiri Barito Putera FC Ditabrak, Iwan Ray : Itu Bukan Pemadam

Sidak kendaraan odol ini ujarnya dilakukan serentak di Indonesia, melibatkan relasi diantaranya Dishub Provinsi, kepolisian dan TNI AD.

Kendaraan yang diketahui overdimensi lantaran membawa bawaan besar melebihi badan kendaraan terpaksa menurunkan barang dan dimuat ke kendaraan lain. Sementara kendaraan overdimensi yang diketahui menambah bodi kendaraan harus dipilok atau dicat sebagai tanda peringatan.

"Kita tunggu sebulan, kalau tidak dikembalikan ke bentuk asal akan kami laranh untuk melintas di jalan," ucapnya.

Baca: Link Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri UNM 2018, Calon Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

Ditanya tentang akan dilanjutkannya sidak kendaraan angkutan odol, Ardono mengaku akan mengevaluasi kegiatan sidak. Kemungkinan sebutnya sidak bakal dilakukan ke lokasi baru di jalan menuju pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kendaraan odol ini sebutnya rentan menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan merusak jalan. Sementara masih banyak pengguna lain yang juga memakai fasilitas jalan.

"Harapan kita kegiatan ini bisa rutin," ujarnya.

Baca: Ternyata PKS Sepakat dengan Prabowo untuk Posisi Cawapres di Pilpres 2019, Lantas AHY?

Sementara terkait kendaraan overload yang hingga kini masih belum bisa ditangani oleh BPTD wilayah 15 Kalsel, Ardono menyebut akan segera dilakukan. Hal itu dikarenakan pihaknya sudah mendapatkan alat timbangan portabel yang diusulkan ke Kementerian Perhubungan.

"Sudah datang alatnya satu, tapi itu portabel jadi bisa dipakai di jalan mana saja di Kalsel, padahal kita ngusulkan delapan tapi cuma dikasih satu," terangnya.

Namun saat ini sebutnya alat timbangan kendaraan masih dalam pengecekkan keakuratannya. Sehingga belum bisa difungsikan.

(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved