Berita Hulu Sungai Tengah

Guru Honor Ini Curhat ke Kadisdik Ini yang Mereka Rasakan Setelah 10 Tahun Mengabdi

abu (1/8/2018), puluhan guru honor berbagai kecamatan di HST kembali mendatangi DPRD HST.

Guru Honor Ini Curhat ke Kadisdik Ini yang Mereka Rasakan Setelah 10 Tahun Mengabdi
banjarmasin post group/ hanani
Perwakilan guru Honor saat menyampaikan aspirasi ke DPRD HST, Rabu (1/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tuntutan para guru honor yang tak lulus seleksi p enerimaan pegawai kontrak daerah Juli lalu agar Pemkab HST memberikan kebijakan terhadap mereka,  minimal mengeluarkan SK pengangkatan terus dilakukan.

Rabu (1/8/2018), puluhan guru honor berbagai kecamatan di HST kembali mendatangi DPRD HST.

Mereka diterima Ketua Komisi 1 Nasruddin dan Taufikurrahman serta anggota Komisi I lainnya.

Baca: Nissa Sabyan Dikenal Cantik dan Berkulit Putih, Ini Tranformasi Tampilannya Sebelum Terkenal

Sebelumnya, DPRD HST telah mengundang Kepala Dinas Pendidikan H Riduan dan Kepala BKD HST H AKhmad Fatoni, untuk mendengarkan langsung aspirasi para guru tersebut.

Pada pertemuan tersebut, para guru honor meminta Pemkab HST agar membuatkan SK pengangkatan mereka sebagai guru honor.

“Kami tak menuntut diberi gaji, walaupun juga ingin diberi gaji seperti rekan kami yang lulus seleksi kontrak daerah, tapi kami anggap itu rezeki mereka.  Tapi minimal pemerintah daerah meberikan SK pemerintah daerah sebagai guru honor, sebagaimana pernah dijanjikan Bupati HST semasa Pilkada, maupun pascaterpilih,” ungkap para guru.

Baca: Pagar Rumah Pendiri Barito Putera FC Ditabrak, Iwan Ray : Itu Bukan Pemadam

Risnawati, salah satu perwakilan guru honor menuturkan, dia sudah menjadi guru honor, sejak tahun 2008, di SDN Awang Baru Kecamatan Batangalai Utara. Selama ini, diberi upah sekadarnya menggunakan Dana BOS.

“Kami sangat berharap, melalui Kadisdik agar dibuatkan SK Bupati, untuk status honor. Kami tidak minta untuk gaji daerah, tapi dibuatkan SK dengan batas waktu dua sampai lima tahun,”ungkap guru Agama tersebut.

Baca: Ternyata PKS Sepakat dengan Prabowo untuk Posisi Cawapres di Pilpres 2019, Lantas AHY?

Rekannya Muhiddin,guru SDN 2 Karatungan, Kecamatan Limpasu menambahkan, pada saat seleksi penerimaan guru kontrak yang dilaksanakan beberapa bulan lalu, dia sempat mengira dirinya lulus, karena hasil seleksi cukup lama baru diumumkan.

“Saya sempat mengira, semuanya lulus termasuk saya. Sayapun sempat menyiapkan surat keterangan benas Narkoba. Ternyata beberapa bulan kemudian diumumkan, naman saya tidak ada,”tutur Muhiddin dengan nada kecewa.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved