Berita Batola

Jelang Penertiban PKL, Camat Alalak Batola Tegaskan Tak Ada Lapak Jualan di Minta Taman dan Trotoar!

“Penertiban PKL ini agar lahan itu bisa berfungsi kembali. Selama ini, PKL itu berjualan di taman-taman"

Jelang Penertiban PKL, Camat Alalak Batola Tegaskan Tak Ada Lapak Jualan di Minta Taman dan Trotoar!
edi nugroho
Camat Alalak Haris Isroni 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - ratusan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak Kabupaten Batola, tinggal satu hari lagi. Camat Alalak Haris Isroni pun menghendaki taman dan trotor di Jalan Trans Kalimantan itu bersih dari PKL.

“Penertiban PKL ini agar lahan itu bisa berfungsi kembali. Selama ini, PKL itu berjualan di taman-taman, baik permanen atau tidak permanen,” kata Haris, Rabu (1//8/18).

Menurut Haris, sudah ada beberapa PKL yang lapor ke lurah setempat dan lurah melapor ke kecamatan. PKL menghendaki agar tetap bisa mencari nafkah dan ini sudah disampaikan ke Satpol PP dan ketua tim penertibanPKL Alalak.

Baca: Buaya Gigit Bocah Anjir Serapat Lama, BKSDA Kalsel Sebut Jenis Buaya Jelajah

“Kami masih menunggu apa keputusan Pemkab Batola soal aspirasi PKL ini,” kataya.

Sebelumnya, puluhan pedagang kaki lima (PKL) lapak meja non permanen berkumpul di depan trotoar Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak Kabupaten Batola, Minggu (29/7/18) siang lalu.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Real Madrid vs Man United ICC 2018 Live TVRI dan INews TV

Mereka menandatangani surat pernyataan minta solusi dari Pemkab Batola seiring penertiban menjelang penertiban menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) Nasional tahun 2018 di Desa Jejangkit Muara.

Salah perwakilan PKL lapak meja non permanen yang juga pedagang daster, Udin Kidat, menyatakan PKL di pinggir jalan Alalak mendapat pemberitahuan dari Sekda Batola No 331/290/Satpol PP 2019/ tertanggal 24 Juli diMarabahan, tentang pembongkaran Trans Kalimantan.

“Yang kami pertanyakan itu PKL yang dibongkar itu sebagian saja sampai di seberang Sate Stegal. Kenyataanya, PKL buah itu tidak kena penertiban.

Ini sentimen. Penertiban ini sudah dua kali dan PKL buah tak pernah disentuh. Kami PKL lapak meja non permanen diberi waktu sampai 2 Agustus ini,” katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-16 2018

Dijelaskannya, alasan penertiban dari Pemkab Batola itu karena PKL lapak meja non permanen itu berada di atas trotoar dan taman. Sementara di lokasi PKL buah itu belum ada trotoar dan taman sehingga Pemkab membolehkan PKL berjualan.

“Melihat dari isi surat sekda Batola ini, PKL yang akan dibongkar itu adalah PKL yang berada di kawasan taman dan di atas trotoar,” katanya.

Dijelaskannya, PKL buah saat ini malah sudah pakai listrik dll. Sementara PKL lapak meja non permanan itu sifatnya bongkar pasang. Perwakilan dari 40 PKL berencana menghadap Ibu Bupati Batola Hj Noormiliyani.

“Kita berharap bisa ketemu Ibu Bupati Noormiliyiani agar diberikan solusi. Kita akan mengadu ke Ibu Bupati Hj Normiliyani,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved