Berita Kotabaru

KM Sabuk Nusantara Berhenti Operasional, Sekda: Defisit Biaya Operasi Bukan Alasan

Akan berhentinya operasional KM Sabuk Nusantara 55, satu-satunya transportasi masyarakat di Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru

KM Sabuk Nusantara Berhenti Operasional, Sekda: Defisit Biaya Operasi Bukan Alasan
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Sekdakab Kotabaru Drs H Said Akmad MM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Akan berhentinya operasional KM Sabuk Nusantara 55, satu-satunya transportasi masyarakat di Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru dijadwalkan pada 5 sampai 14 Agustus mendatang selain menjadi perhatian anggota dewan di Komisi II DPRD.

Rencana diistirahatkannya operasional kapal perintis yang mengancam keterisolasian 6.000 jiwa lebih di kecamatan Pulau Sembilan, juga memantik reaksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru Drs H Said Akhmad MM.

Ditemui usai acara pelantikan pejabat, Rabu (1/8/5018), Said menegaskan, akan diistirahatkannya operasional perintis karena permasalahan defisit biaya operasional bukan sebuah alasan.

Baca: Ini Penyebab Pendaftaran CPNS 2018 Belum Dibuka, Penerimaan CPNS 2018 Diundur Agustus 2018?

Menurut Said, disediakannya kapal perintis bukan untuk mendapat untung, tetapi memberikan pelayanan kepada masyarakat di pulau kecil yang tidak bisa dilayani kapal umum.

"Seharusnya kan sudah bisa dihitung berapa kali operasi untuk kebutuhan satu tahun. Karena ini kan pelayanan bukan mencari profit," ujar Said kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (1/8/2018).

Baca: Presiden Jokowi Takut Dampingi Kahiyang Ayu Saat Jalani Operasi Caesar untuk Melahirkan

Sementara itu, M Hasbi salah seorang tokoh masyarakat di Pulau Sembilan Kotabaru, mengatakan diistirahatkannya operasional perintis, KM Sabuk Nusantara 55 mulai membuat bingung masyarakat.

Jika perintis tidak beroperasi, transportasi alternatif hanya mencarter kapal nelayan dengan biaya yang cukup tinggi Rp 3 juta.

Belum lagi cuaca ekstrem masih kerap terjadi di perairan Pulau Sembilan.

Baca: Komentar Juri Americas Got Talent Setelah The Sacred Riana Sukses Bikin Takut Penonton

"Memang masih ada transportasi alternatif. Menggunakan kapal nelayan tentunya risiko keamanan tinggi," tandas Hasbi kepada banjarmasinpost.co.id

Hingga berita kembali diturunkan Kepala Cabang PT Pelni Batulicin-Kotabaru Purwadi, sejak kemarin belum berhasil dikonfirmasi saat dihubungi telepon genggamnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help