Berita Kalteng

Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian Kalteng Terus Dipacu, Tujuannya untuk Ini

Pertemuan Mantri Tani se Kalimantan Tengah tahun 2018 tersebut membahas usaha peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya

Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian Kalteng Terus Dipacu, Tujuannya untuk Ini
faturahman
Para Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian se Kalteng kumpul di Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Kalteng bersama instansi lainnya menggelar pertemuan dengan mengumpulkan ratusan Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian se Kalteng di Palangkaraya sejak, Selasa (31/7/2018) sampai Rabu (1/8/2018).

Pertemuan Mantri Tani se Kalimantan Tengah tahun 2018 tersebut membahas usaha peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang handal untuk mendukung ketahanan pangan nasional menuju masyarakat Kalteng yang lebih sejahtera.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Kalteng, Sunarti, mengungkapkan, ada sebanyak 160 orang terdiri dari Mantri tani dan penyuluh atau pengolah data tanaman pangan dan holtikultura kabupaten dan kota se Kalimantan Tengah.

Baca: Jelang MotoGP Republik Ceska 2018 - Ini Curhatan Dani Pedrosa yang Selalu Gagal Podium

Dikatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia petugas pengolah data tanaman pangan dan holtikultura, tingkat kecamatan dan kabupaten serta kota, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas statistik data serta mensinergikan data tanaman pangan dan holtikultura.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dalam rangka melakukan evaluasi hasil-hasil yang telah dicapai dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan data statistik pertanian tingkat lapangan, kecamatan dan kabupaten serta kota, serta Provinsi.

Baca: Polisi Ini Tewas Kena Peluru Nyasar Komandannya, Begini Respon Kapolda

Sementara itu, mewakili Gubernur Kalteng, Asisten II Bidang Ekobang Setdaprov Kalteng, Nurul Edy, mengatakan, saat ini Kalteng masih mengalami surplus beras sebesar 114 .117 ton sedangkan perkembangan komuditas jagung menunjukka adanya peningkatan yang signifikan.

"Komuditas yang mempengaruhi inflasi ketersediaan dan peningkatan produksi bawang merah terus dilakukan, tahun 2017 produksi bawang merah mencapai 302 ton sedangkan cabe 3.411 ton sedangkan tahun 2018 terus ditingkatkan," ujarnya.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved