Berita Banjar

Orangtua Murid di Kabupaten Banjar Resah Anaknya Diimunisasi MR

Rencana pemerintah akan melaksanakan imunisasi MR mendapat respons pro dan kontra di Kabupaten Banjar.

Orangtua Murid di Kabupaten Banjar Resah Anaknya Diimunisasi MR
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Imunisasi Campak dan Rubella di SDN Pemurus Dalam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rencana pemerintah akan melaksanakan imunisasi MR mendapat respons pro dan kontra di Kabupaten Banjar. Di antaranya lebih banyak menyatakan menolak anaknya diimunisasi MR.

Orang tua murid SDN Pesayangan 1 Martapura, Roni sedikit resah karena banyaknya data yang harus diisi secara detail, berbeda dengan imunisasi lainnya.

Baca: Nissa Sabyan Dikenal Cantik dan Berkulit Putih, Ini Tranformasi Tampilannya Sebelum Terkenal

“Informasi dari anak bakal diimunisasi MR besok, rencana akan menemui guru agar anak saya tidak usah diimunisasi karena sekarang lagi sakit demam dan batukan,” katanya.

Sedangkan terkait halal dan haram, lebih berkiblat pada keputusan MUI. Tentunya menjadi harapan imunisasi MR ini sudah diuji kehalalannya oleh MUI.

Guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Kabupaten Banjar, A Yani mengatakan, sebaiknya dalam hal ini peran MUI di daerah lebih berperan aktif mengenai program vaksin MR ini, dengan mensosialisasikan kepada masyarakat bekerjasama dengan lembaga kesehatan tentang vaksin tersebut dipandang dari segi agama.

Baca: Pagar Rumah Pendiri Barito Putera FC Ditabrak, Iwan Ray : Itu Bukan Pemadam

“Apakah dihalalkan atau sebaliknya, dengan menerbitkan seperti sertifikat halal, agar di masyarakat yang mayoritasnya muslim tidak terjadi pro dan kontra,” katanya, Rabu (1/8).

Dengan demikian menurutnya secara pribadi, program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat membangun generasi yang baik serta cerdas di masa mendatang. Demi generasi muda sebagai tonggak kemajuan bangsa dan negara yang kuat.

Baca: PKS Buka Opsi Abstain di Pilpres 2019, Ini Tuntutannya ke Prabowo Subianto

Sedangkan bagi orang tua diharapkan peran aktifnya jika di sekolah akan dilaksanakan program vaksin ini dengan membangun informasi yang valid dan no hoax.

“Memang di sekolah kami sendiri saat ini pro dan kontra, ada juga orang tua yang menolak anaknya diimunisasi. Walau orang tua sudah mengetahui akan ada imunisasi MR, banyak yang tidak setuju,” tambahnya.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help