Berita Balangan

Penyakit Campak dan Rubella Bisa Mewabah, Bupati Balangan: 'Ini Tanggung Jawab Kita Semua'

"Yang jelas dapat menggagalkan kesejahteraan masyarakat yang terus diupayakan pemerintah selama ini"

Penyakit Campak dan Rubella Bisa Mewabah, Bupati Balangan: 'Ini Tanggung Jawab Kita Semua'
Istimewa
Suasana rapat kelompok kerja eradikasi campak dan pengendalian rubella. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Bupati Balangan melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Yuliansyah mengatakan, penyakit Campak dan Rubella mempunyai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau mewabah.

"Yang jelas dapat menggagalkan kesejahteraan masyarakat yang terus diupayakan pemerintah selama ini apabila tidak ditangani dengan benar," kaya Yuliansyah saat membuka secara resmi Rapat Kelompok Kerja Eradikasi Campak dan Pengendalian Rubella di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

Yuliansyah berharap agar imunisasi campak dan rubella berjalan dengan lancar. "Artinya, permasalahan ini tidak boleh terjadi dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya," ujarnya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Real Madrid vs Man United ICC 2018 Live TVRI dan INews TV

Menyadari ini semua ujarnya lagi, maka Bupati Balangan menerbitkan Perbup Nomor 188.45/407/Kum Tahun 2018 tentang kelompok kerja Eradikasi Campak dan Pengendalian Rubella yang bertujuan untuk meletakkan strategi berupa rangkaian kegiatan penyelenggaraan imunisasi dengan dukungan dan kerjasama lintas program, lintas sektor, para pakar/ahli, organisasi profesi dan masyarakat dalam rangka pencapaian eliminasi campak dan pengendalian rubella 2020.

Baca: Empat Kamera dan Teknologi Artificial Intelligence Ditanam dalam Huawei Nova 3i

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Akhmad Nasa'i menambahkan bahwa, tidak ada pilihan yang lebih baik untuk mencegah kejadian penyakit ini selain dengan pemberian Imunisasi MR yang faktanya telah digunakan lebih dari 140 negara di dunia untuk eliminasi Campak dan rubella.

Selanjutnya, Vaksin ini juga aman dan telah mendapat rekomendasi WHO dan ijin edar Badan POM.

Baca: Jadwal & Live Streaming Kejuaraan Dunia Bulutangkis Dunia 2018 Rabu (1/7) : Marcus/Kevin Main

“Imunisasi ini akan diberikan kepada anak berusia 9 Bulan sampai kurang dari 15 tahun selama bulan Agustus di sekolah, dan bulan September di Pos Imunisasi, Posyandu atau Fasilitas Kesehatan,” ungkapnya.

Nasa’i juga mengatakan, program kesehatan yang akan digelar beberapa hari lagi ini merupakan program nasional yang dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama tahun 2017 di pulau jawa dan tahap kedua di seluruh Indonesia.

“Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. Dengan pemberian imunisasi ini maka akan terbentuk ‘herd Immunity’ atau kekebalan kelompok yang berarti masyarakat termasuk ibu hamil terlindung dari penularan campak dan rubella,” urainya.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved