Menguak Perceraian di Serambi Mekah

Selain Perceraian, Kasus Poligami, Kawin Campur dan Asal Usul Anak Jadi Langganan PA Martapura

Laporan perkara yang diterima Pengadilan Agama Martapura Kelas IB Martapura adalah izin poligami dan lainnya

Selain Perceraian, Kasus Poligami, Kawin Campur dan Asal Usul Anak Jadi Langganan PA Martapura
hasby
Pelayanan satu ruangan di Pengadilan Agama Kelas IB Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pengadilan Agama Kelas IB Martapura tidak hanya menerima perkara perceraian semata, juga banyak perkara lainnya yang ditangani. Namun melihat dari angka tidaklah begitu menonjol seperti perceraian.

Laporan perkara yang diterima Pengadilan Agama Martapura Kelas IB Martapura adalah izin poligami, pencegahan perkawinan, penolakan perkawinan, pembatalan perkawinan, kelalain atas kewajiban suami atau istri, cerai talak, cerai gugat, harta bersama, penguasaan anak, nafkah oleh ibu, hak-hak bekas istri.

Ada pula pengesahan anak, pencabutan kekuasaan orang tua, perwalian, pencabutan kekuasaan wali, penunjukan orang lain, ganti rugi terhadap wali, asal usul anak, penolakan kawin campur, itsbat nikah, izin kawin, dispensasi kawin, wali adlol.

Baca: Angka Perceraian Kabupaten Banjar Tinggi, Perselisihan Hingga Pasangan Kabur Jadi Penyebabnya

Panitera di Pengadilan Agama Martapura Kelas IB, Mukhyar mengatakan, selain perceraian yang cukup menjadi perhatian adalah perkara perwalian ada enam.

Baca: Ada Serangan Buaya, Hari Ini Camat Anjir Muara Pasang Plang. Dilarangan Mandi di Sungai

Untuk perkara ini, biasanya salah satu pasangan suami istri meninggal dunia kemudian mempunyai anak dibawah umur maka harus ditunjuk wali.

Perkara lainnya adalah asal usul anak yang mana ada 10 perkara.

Dijelaskannya yakni, jika ada suami istri yang menikah di bawah tangan, kemudian cerai dan istrinya menikah lagi dengan pria lain, nikahnya itu disyahkan belakangan maka otomatis anaknya diperoleh sebelum pernikahan yang syah maka diajukan perkara asal usul anak, menetapkan anak syah.

Baca: Kahiyang Ayu, Putri Presiden Jokowi Lahirkan Bayi Perempuan, Begini Kondisinya

“Secara hukum memang anak di luar perkawinan belum syah walau secara agama sudah syah. Maka untuk menetapkan status hukum anak diajukanlah permohonan asal usul anak,” katanya.

Selanjutanya ada Istbat nikah ada 179 perkara. Menjadi perhatian karena masyarakat di Kabupaten Banjar masih banyak yang pernikahan tidak tercatat di KUA.

Berarti tidak mempunyai buku nikah, anak tidak mempunyai akta kelahiran dan tidak bisa membikin dokumen pribadi maka dengan kesadaran sendiri mengajukan permohonan istbat nikah atau pengesahan nikah. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help