Pilpres 2018

Tiga Cawapres Prabowo Subianto yang Terkuat di Pilpres 2019 Berdasarkan Survei Median

Sampai saat ini, siapa cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2018 belum diungkapkan.

Tiga Cawapres Prabowo Subianto yang Terkuat di Pilpres 2019 Berdasarkan Survei Median
tribunnews.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggu kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sampai saat ini, siapa cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2018 belum diungkapkan.

Namun, survei terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median) menemukan tiga tokoh yang diperkirakan akan mendapatkan dukungan terkuat sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo.

Menurut Direktur eksekutif Median, Rico Marbun, ketiga pasangan yang memiliki elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Prabowo secara berurutan antara lain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anis Matta, dan Zulkifli Hasan.

"Perbedaan elektabikitas ketiga tokoh tersebut relatif tipis, jika dipasangkan dengan Prabowo. Secara berurutan Prabowo-AHY meraih 33%, Prabowo-Anis Matta 32.9%, dan Prabowo Zulkifli Hasan 32.4%," katanya di Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Baca: Kahiyang Ayu, Putri Presiden Jokowi Lahirkan Bayi Perempuan, Begini Kondisinya

Walaupun perbedaan di antara mereka relatif tipis, namun menurut Rico sebaiknya Prabowo dalam memilih calon wakil presiden bisa mempertimbangkan berbagai faktor penting, antara lain keterwakilan Jawa dan luar Jawa.

Sehingga bisa meraih ceruk pemilih di luar Pulau Jawa.

Selain itu, Rico menambahkan, Prabowo juga perlu memperhatikan faktor sipil-militer.

Mengingat Prabowo merupakan capres yang merepresentasikan unsur kalangan militer.

Baca: Jadwal Live Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam - Puncak Klasemen Grup A Piala AFF U-16 2018

"Faktor kompetensi cawapres juga perlu diperhatikan oleh Prabowo. Mengingat tantangan pemerintahan ke depan tidak mudah. Sebenarnya Prabowo membutuhkan the man of crisis untuk mendampinginya," pungkasnya.

Survei ini digelar pada 6-15 Juli 2018, terhadap 1.200 responden pemilik hak suara di 34 provinsi, melalui teknik multistage random sampling dan margin of error sebesar 2,9 persen.

Hasil survei menunjukkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data.

Editor: Murhan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved