B Focus Pesisir

Wisata Susur Sungai di Tala Menyajikan Pemandangan yang Tidak Biasa, Sayang Pemda Masih Seperti ini

Juga bukan wisata pantai, melainkan sungai, namun sudah sering dikunjungi wisatawan karena akses jalannya mendukung.

Wisata Susur Sungai di Tala Menyajikan Pemandangan yang Tidak Biasa, Sayang Pemda Masih Seperti ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Agak berbeda dengan destinasi di Tanahlaut yang satu ini.

Juga bukan wisata pantai, melainkan sungai, namun sudah sering dikunjungi wisatawan karena akses jalannya mendukung.

Akan tetapi belum menjadi prioritas pemerintah daerah.

Berada di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, pengunjung menyusuri jalan provinsi arah Pantai Takisung yang aspalnya mulus.

Baca: Di Balik Rimbunnya Hutan Tropis, Kemurnian Wisata Air Terjun di Dua Desa ini Belum Terjamah

Di Sungai Panjaratan terdapat satwa langka khas Kalimantan, bekantan.

Untuk melihat keberadaan satwa langka itu, pengunjung bisa susur sungai Panjaratan menggunakan kelotok (perahu bermesin), yang disewakan nelayan setempat.

Wisatawan bisa melihat bekantan bergelantungan di sekitar hutan dan hamparan perkebunan kelapa sawit.

Baca: Selain Perceraian, Kasus Poligami, Kawin Campur dan Asal Usul Anak Jadi Langganan PA Martapura

Khumaini, anggota Gerakan Hijau Peduli Bekantan Tanahlaut (Gahipbta), mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pembersihan sungai setelah air sungai surut.

Beberapa sampah ungkapnya mengotori lingkungan di sekitar habitat bekantan, akibat terbawa air pasang di Sungai Panjaratan.

Menurut Khumaini, potensi wisata satwa langka dan susur sungai Panjaratan sudah dikunjungi wisatawan mancanegara, meski belum menjadi objek wisata prioritas Pemkab Tala.

Baca: Kaos Oblong yang Dipakai Nagita Slavina Jadi Perbincangan, Rupanya Harganya Segini

"Saya senang saja desa Panjaratan bakal menjadi desa wisata ke depan," katanya.

Abdi Fithria, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru meyakini Desa Panjaratan bakal menjadi desa wisata andalan Tanahlaut jika pemkab dan warga setempat bekerja sama.

Menurut Abdi, pemkab menjaga keberlangsungan habitat beakantan sebagai daya tarik wisata susur sungai Panjaratan.

Sedangkan warga meningkatkan kemampuan diri seperti belajar bahasa Inggris sebagai komunikasi dengan wisatawan mancanegara.

"Cukup belajar bahasa inggris sekitar obyek wisata saja. Wisatawan asing yang berkunjung lebih menyukai alam seperti melihat satwa," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help