Imunisasi MR di Kalsel

Banyak Ortu di Kalsel Menolak, Imunisasi MR Ratusan Murid SD Pemurus Dalam Berjalan Lancar

Program Pemerintah terkait imunisasi campak dan Rubela (MR) mendapat respons pro dan kontra masyarakat di banua.

Banyak Ortu di Kalsel Menolak, Imunisasi MR Ratusan Murid SD Pemurus Dalam Berjalan Lancar
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (2/8/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Program pemerintah meluncurkan program kesehatan berupa imunisasi campak dan Rubela (MR) mendapat respons pro dan kontra masyarakat di banua.

Tidak sedikit para orangtua menolak anaknya diimunisasi MR karena khawatir takut jatuh sakit.

Di sisi lain, tidak sedikit sekolah yang bersikap pasif terhadap program imunisasi campak dan rubela. Seperti guru-guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kabupaten Banjar yang menyoal khalalan dan haramnya dari vaksin yang diberikan. Mereka berharap imunisasi MR itu sudah diuji kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tetapi berbeda dengan yang terjadi di Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Banjarmasi, Kalsel. Imunisasi MR yang digelar di Puskesmas Pemurus Dalam justru berjalan lancar.

Baca: Sejumlah Sekolah di Kalsel Tolak Imunisasi MR dan Tunggu Sertifikasi Halal dari MUI

Salah satu relawan di Puskemas Pemurus Dalam kepada BPost, mengaku bingung terhadap penolakan program imunisasi MR oleh sejumlah lembaga pendidikan (sekolah). Soalnya, sebut dia, itu adalah program nasional yang harus dilaksanakan.

“Kami sudah menjawalkan kegiatan itu berbulan-bulan berikut sosoalisasi, namun kalau kemudian adanya penolakan tentu menganggu semua agenda yang sudah disiapkan,” ucapnya.

Namun dia bersyukur kegiatan imunisasi di Pemurus Dalam yang menyasar siswa sekolah dasar berjalan lancar. Ratusan siswa SDN Pemurus Dalam 2 melakukan imunisasi MR pada Rabu (1/8/2018) pagi.

Baca: Gubernur Canangkan Imunisasi MR di Kalsel, Ada Orangtua Takut Anaknya Jatuh Sakit

Para orangtua terlihat antusias menemani anak-anak mereka.

“Tidak sedikit orangtua yang gembira karena anaknya sudah diimunisasi dan mereka tidak lagi khawatir anaknya cacat,” ujar relawan itu.(ell/rii/him/han)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved