Imunisasi MR di Kalsel

Hadirkan Power Rangers, Begini Cara Dinkes Tapin Tarik Minat Anak Ikut Imunisasi MR

Sontak para anak TK Pembina Rantau ceria dan berebutan mengerumuni sosok Power Rangers dan mereka tanpa takut diimunisasi.

Hadirkan Power Rangers, Begini Cara Dinkes Tapin Tarik Minat Anak Ikut Imunisasi MR
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (2/8/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menarik yang dilakukan Dinas Kesehatan Tapin. Demi memikat anak-anak TK diimunisasi, seorang relawan dipasang berpakaian ala Power Rangers. Sontak para anak TK Pembina Rantau ceria dan berebutan mengerumuni sosok Power Rangers dan mereka tanpa takut diimunisasi.

“Ini adalah salah cara memberikan hiburan buat anak-anak. Dan, ternyata anak-anak itu senang, menjalani imunisasi,” kata Errani Martin, Kadinkes Tapin.

Pihaknya menargetkan imunisasi terhadap 46.054 anak usia 9 hingga 15 tahun yang duduk di PAUD, TK, SD dan SLTP.

Di Barabai, HST, dinkes setempat juga menyasar anak-anak usia sekolah (TK, SD dan SMP).
Pencanangan imunisasi MR dilakukan oleh Plt Bupati HST Chairansyah di sebuah sekolah dasar negeri di Kota Barabai.

Baca: Banyak Ortu di Kalsel Menolak, Imunisasi MR Ratusan Murid SD Pemurus Dalam Berjalan Lancar

Sebagian anak yang takut ada yang menjerit dan menangis histeris saat disuntik. Hasmi, petugas

dari Puskesmas Barabai HST mengakui ada kendala dalam kegiatan imunisasi seperti ada beberapa anak sulit diajak kerjasama karena masih kecil, sehingga masih takut dengan jarum suntik.

“Memang ada yang sempat nangis, ngamuk dan pura-pura pingsan, karena takut jarun suntik. Tapi semuanya bisa diatasi,” kata Hasmi.

Baca: Sejumlah Sekolah di Kalsel Tolak Imunisasi MR dan Tunggu Sertifikasi Halal dari MUI

drg H Kusudiato, menejalskan HST menargerkan ada 70.579 anak yang menjadi sasaran imunisasi. Kegiatan sosialisasi dan advokasi telah dilaksanakan baik tenaga kesehatan, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama serta berbagai lintas sektoral terkait.

“Dengan imunisasi MR, anak anak bisa terhindar dari berbagai macam penyakit manular yang berakibat radang paru, radang otak, kebutaan dan diare. Disamping itu juga mencegah kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan serta kerusakan jaringan otak,” ujarnya. (ell/rii/him/han)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (2/8/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help